Profesor Korea Sorot Keindahan Alam IKN, Tekankan Peran Data dalam Konsep Smart City
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- ChunHo Yeom dari University of Seoul memberikan perspektif penting bagi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) .
- Dalam kunjungan ke lokasi pembangunan, Yeom menyatakan kagum dengan integrasi harmonis antara tata kota dan kekayaan alam Nusantara.
- Reputasi IKN sebagai proyek infrastruktur raksasa kini diuji dengan standar global.
Penilaian Prof. ChunHo Yeom dari University of Seoul memberikan perspektif penting bagi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungan ke lokasi pembangunan, Yeom menyatakan kagum dengan integrasi harmonis antara tata kota dan kekayaan alam Nusantara. Ia menilai bahwa konsep pembangunan yang menyatu dengan lingkungan alam merupakan daya tarik utama yang membedakan IKN dari kota-kota modern lainnya, bahkan dianggap lebih indah dibanding kota mana pun di dunia.
Reputasi IKN sebagai proyek infrastruktur raksasa kini diuji dengan standar global. Yeom menegaskan bahwa meskipun potensi alamnya luar biasa, IKN masih berada dalam masa transisi untuk benar-benar memenuhi definisi kota pintar. Bagi para pengamat, ini adalah tahap krusial di mana estetika visual harus sejalan dengan fungsionalitas teknologi dan manajemen data.
Transisi Menuju Kota Cerdas yang Matang
Yeom secara eksplisit menyebut bahwa Nusantara belum sepenuhnya menjadi smart city yang selesai. Namun, ia mengapresiasi upaya kolaboratif yang sedang berjalan. Kerja sama antara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan pihak-pihak dari Korea Selatan dinilai sedang mengerahkan tenaga untuk mewujudkan standar kota pintar yang sempurna. Yeom menyebut proses ini sebagai perjalanan dinamis di mana berbagai pemangku kepentingan bahu-membahu memastikan infrastruktur digital dan fisik berkembang secara proporsional.
- Dua faktor utama pembeda kota pintar: data dan konektivitas.
- Pentingnya analisis dan pengolahan informasi untuk kepentingan publik.
- Kolaborasi teknis antara OIKN dan mitra Korea dalam pengembangan kota.
Peran Data dan Tantangan Unisepatu
Berdasarkan prinsip ilmu tata kota, Yeom menekankan bahwa inti dari kota pintar terletak pada penggelolaan informasi. Data yang dikumpulkan dari seluruh aspek perkotaan harus dianalisis, diproses, dan dimanfaatkan secara efisien untuk kesejahteraan penduduk. Selain teknologi, ia menyoroti pentingnya sumber daya manusia dalam pengambilan keputusan strategis. Tantangan pembangunan di wilayah hamparan baru seperti IKN berbeda dengan pembaruan kota yang sudah ada, sehingga memerlukan pendekatan unik yang belum banyak teruji secara global.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Bulog Luncurkan Sertifikasi 1.800 Mitra Penggilingan untuk Standarisasi Mutu Beras Nasional

Petaka Water Bombing di Kalsel: Yayan, Kru Heli yang Turun untuk Bertugas, Ditemukan Meninggal

Sugiono: Program Gentengisasi Picu Dampak Beruntun Positif bagi Ekonomi Rakyat
