Bulog Luncurkan Sertifikasi 1.800 Mitra Penggilingan untuk Standarisasi Mutu Beras Nasional
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Kebijakan strategis ini dirancang untuk memastikan setiap unit penggilingan mitra memiliki prosedur pengolahan yang terukur, sehingga fluktuasi kualitas produksi dapat diminimalkan secara signifikan.
- Dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu (8/11/2026), Rizal menegaskan bahwa proses sertifikasi akan mulai diterapkan secara resmi pada awal tahun depan.
- "Tujuannya untuk melihat kualitas dari masing-masing penggilingan, sehingga dengan adanya sertifikasi itu nanti hasil produksi pengolahan gabah menjadi beras Bulog terstandardisasi," jelas Rizal.
Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, resmi menginisiasi program sertifikasi bagi seluruh mitra penggilingan padi guna menjamin standar kualitas beras yang konsisten dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kebijakan strategis ini dirancang untuk memastikan setiap unit penggilingan mitra memiliki prosedur pengolahan yang terukur, sehingga fluktuasi kualitas produksi dapat diminimalkan secara signifikan.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu (8/11/2026), Rizal menegaskan bahwa proses sertifikasi akan mulai diterapkan secara resmi pada awal tahun depan. "Tujuannya untuk melihat kualitas dari masing-masing penggilingan, sehingga dengan adanya sertifikasi itu nanti hasil produksi pengolahan gabah menjadi beras Bulog terstandardisasi," jelas Rizal. Langkah ini diharapkan mampu mendorong mitra yang sebelumnya memiliki capaian produksi kurang optimal untuk meningkatkan kapabilitas teknis mereka.
Jangkauan Jaringan dan Standar Bersama
Kebijakan ini mencakup skala operasi yang masif, mengingat Bulog saat ini menaungi sekitar 1.800 unit mitra penggilingan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai bagian vital dari jaringan penyerapan gabah petani. Meskipun tingkat rendemen dan kualitas produksi mitra dinilai relatif baik saat ini, sertifikasi menjadi prasyarat mutlak untuk menjaga konsistensi mutu yang disalurkan kepada masyarakat.
Untuk menjamin objektivitas, proses penilaian akan melibatkan kolaborasi tiga pihak, yaitu Bulog, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), serta konsultan independen yang ditunjuk. Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar mitra sudah memiliki sertifikasi, sementara sisanya akan melalui proses penilaian secara bertahap. Sertifikasi ini tidak hanya bersifat inspeksi, tetapi juga menyediakan pendampingan untuk peningkatan berkelanjutan.
Inovasi Efisiensi Energi via Skema Listrik Token
Selain memastikan mutu, Bulog juga mengambil langkah strategis dalam efisiensi biaya operasional melalui koordinasi dengan PT PLN. Kebijakan baru ini menggeser sistem kelistrikan mitra dari skema abonemen menjadi sistem berbasis token. Perubahan mekanisme ini diproyeksikan mampu menekan beban biaya produksi secara langsung.
Rizal menjelaskan, "Kalau dengan token dia akan mengurangi biaya operasionalnya, sehingga harga beras akan lebih murah." Kombinasi antara sertifikasi mutu dan efisiensi energi ini menjadi fondasi baru dalam memperkuat ekosistem penggilingan nasional, yang pada akhirnya diharapkan dapat menjaga daya saing harga beras dan meningkatkan kualitas pelayanan pangan bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Petaka Water Bombing di Kalsel: Yayan, Kru Heli yang Turun untuk Bertugas, Ditemukan Meninggal

Sugiono: Program Gentengisasi Picu Dampak Beruntun Positif bagi Ekonomi Rakyat

Madiun Kerek Produksi Padi 9,79 Persen dengan Peran Strategis KTNA dalam Perkuat Ketahanan Pangan
