Korsleting Listrik Picu Kebakaran, Delapan Bus Nonaktif DAMRI Hangus di Bandung
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Delapan bus milik Perum DAMRI hangus terbakar dalam sebuah insiden kebakaran di Jalan Kebon Kawung , Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, pada Minggu (8/11) sore.
- Dugaan sementara menyebutkan bahwa percikan api muncul akibat hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah warga yang berbatasan langsung dengan area parkir bus tersebut.
- Seluruh kendaraan yang terdampak dipastikan merupakan armada yang sudah lama tidak beroperasi.
Delapan bus milik Perum DAMRI hangus terbakar dalam sebuah insiden kebakaran di Jalan Kebon Kawung, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, pada Minggu (8/11) sore. Dugaan sementara menyebutkan bahwa percikan api muncul akibat hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah warga yang berbatasan langsung dengan area parkir bus tersebut. Seluruh kendaraan yang terdampak dipastikan merupakan armada yang sudah lama tidak beroperasi.
Petugas Logistik DAMRI Kota Bandung, Indra, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.27 WIB. Api pertama kali terlihat di bagian bangunan warga sebelum kemudian menjalar dengan cepat ke deretan bus yang terparkir di area belakang. "Kemungkinan api berasal dari korsleting di rumah warga," ujar Indra saat menjelaskan kronologi awal kebakaran.
Dugaan Penyebab dan Suara Ledakan
Proses kebakaran turut disertai dengan dua kali suara ledakan yang terdengar oleh warga sekitar. Namun, Indra memastikan bahwa sumber ledakan tersebut bukan berasal dari armada bus DAMRI. "Kalau ledakan memang ada, terdengar sekitar dua kali. Perkiraan itu berasal dari rumah warga, dikhawatirkan dari tabung gas," tuturnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran juga melanda permukiman warga di sekitar lokasi, memperluas dampak kerusakan dari insiden tersebut.
Status Armada dan Proses Pendinginan
Total 8 unit bus terdampak dalam insiden rembesan api ini. Indra menegaskan bahwa seluruh armada tersebut merupakan bus nonaktif yang sudah diparkirkan selama kurang lebih satu tahun dan tidak lagi melayani operasional penumpang. "Semuanya sudah tidak beroperasi sekitar satu tahun lebih," ucapnya. Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan-bangunan lain yang berdekatan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Bulog Luncurkan Sertifikasi 1.800 Mitra Penggilingan untuk Standarisasi Mutu Beras Nasional

Petaka Water Bombing di Kalsel: Yayan, Kru Heli yang Turun untuk Bertugas, Ditemukan Meninggal

Sugiono: Program Gentengisasi Picu Dampak Beruntun Positif bagi Ekonomi Rakyat
