Warisan Sastra PDS HB Jassin Resmi Dinobatkan sebagai Memori Dunia Asia-Pasifik
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Pencatatan ini merupakan bagian dari rangkaian **UNESCO 11th MOWCAP General Meeting and International Seminar "The World of Water"** yang berlangsung pada **2-6 November 2026 di Jakarta**.
- Keikutsertaan ini membuktikan bahwa arsip literasi Indonesia memiliki relevansi melampaui batas nasional, menjadi sumber rujukan berharga bagi masyarakat internasional.
- Sertifikat tersebut kemudian diserahkan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, **Pramono Anung**, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (6/11).
Koleksi Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin secara resmi mencatatkan diri dalam "Memory of the World Committee for Asia and the Pacific" (MOWCAP) Regional Register, sebuah pengakuan bergengsi yang menegaskan nilai dokumenter penting bagi kawasan Asia-Pasifik. Pencatatan ini merupakan bagian dari rangkaian **UNESCO 11th MOWCAP General Meeting and International Seminar "The World of Water"** yang berlangsung pada **2-6 November 2026 di Jakarta**. Keikutsertaan ini membuktikan bahwa arsip literasi Indonesia memiliki relevansi melampaui batas nasional, menjadi sumber rujukan berharga bagi masyarakat internasional.
Penyertakan koleksi yang berjudul "HB Jassin Literary Documentation Centre: Records of Modern Southeast Asia Literary Networking Hub" ini ditandai dengan penyerahan sertifikat simbolis kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia. Sertifikat tersebut kemudian diserahkan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, **Pramono Anung**, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (6/11). Hal ini menandai puncak dari upaya pelestarian memori kolektif yang telah dimulai sejak awal dekade 1930-an.
Kekayaan Arsip Lintas Negara dan Jaringan Intelektual
Di balik pengakuan tersebut, tersimpan khazanah data yang sangat rinci. Koleksi ini merupakan bagian dari dokumentasi pribadi sastrawan dan kritikus sastra Indonesia, **Hans Bague Jassin**, sejak dekade 1930-an. Saat ini, koleksi tersebut telah mencapai **sekitar 9.328 item** yang merekam perjalanan kesusastraan modern Indonesia sekaligus jejaring intelektual di kawasan Asia Tenggara. Materi yang terdokumentasi sangat beragam dan berfungsi sebagai sumber autentik pertukaran gagasan lintas negara. Rincian dokumen dalam koleksi PDS HB Jassin mencakup:
- Korespondensi pribadi sastrawan;
- Manuskrip dan karya penelitian;
- Dokumentasi kegiatan kesusastraan;
- Kliping surat kabar;
- Rekaman audio.
Materi ini tidak hanya merekam sejarah sastra Indonesia, tetapi juga menggambarkan hubungan profesional serta jejaring kebudayaan yang erat antara **Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina**.
Dampak Strategis dan Ajakan Pelestarian Memori Kolektif
Keberhasilan ini menjadi kelanjutan dari pengakuan sebelumnya sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa (MKB) pada tahun 2025. **Nasruddin Djoko Surjono**, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, menyatakan bahwa pengakuan MOWCAP adalah bukti komitmen pemerintah dalam menjaga memori kolektif kota. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan ekosistem Galeri, Perpustakaan, Arsip, dan Museum (GLAM). Ia menekankan bahwa institusi pemerintah tidak bisa bekerja sendirian; masyarakat memegang peran vital dalam menjaga ingatan kolektif. Nasruddin mengajak warga Jakarta yang memiliki dokumen bersejarah seperti surat, foto, atau manuskrip untuk berkonsultasi dengan Dinas Perpustakaan agar mendapat penanganan dan pelestarian yang tepat. Dari sisi kepemimpinan, **Gubernur Pramono Anung** menyambut baik pencapaian ini dan berharap PDS HB Jassin semakin berkembang menjadi pusat kolaborasi kesusastraan dengan jangkauan regional hingga internasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Ahmad Doli Bongkar Dugaan Aksi 'Komprador' Internal di Balik Rumor Munaslub Golkar

Indonesia Pingpong League Siapkan Liga Tenis Meja Elite Mulai 2027, Targetkan 10 Klub dan Pemain Asing

Ahmad Doli Bantah Keterlibatan dalam Flyer Munaslub, Sindir 'Komprador' Internal Golkar
