Rayakan HUT ke-65, Bank Sumut Perkuat Transformasi Digital dan Tumbuhkan Aset hingga Rp48,3 Triliun

- Pernyataan ini diutarakan langsung oleh Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah , seusai menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 di Medan.
- Latar belakang pertumbuhan ini berakar dari sejarah panjang Bank Sumut yang berdiri sejak 4 November 1961.
- Setahun kemudian, entitas ini bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan modal dasar sebesar Rp100 juta.
PT Bank Sumut (Perseroda) menegaskan komitmennya dalam mempercepat akselerasi transformasi digital serta pengembangan bisnis guna memperkuat posisi strategisnya sebagai bank pembangunan daerah di Sumatera Utara. Pernyataan ini diutarakan langsung oleh Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, seusai menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 di Medan. Heru menekankan bahwa semangat perubahan yang diusung perusahaan bukan sekadar retorika, melainkan wujud nyata dari dedikasi dan loyalitas seluruh insan perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat serta menjaga kepercayaan publik yang menjadi nyawa utama industri perbankan.
Latar belakang pertumbuhan ini berakar dari sejarah panjang Bank Sumut yang berdiri sejak 4 November 1961. Setahun kemudian, entitas ini bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan modal dasar sebesar Rp100 juta. Saat ini, kepemilikan sahamnya ditopang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sumut. Di bawah payung kepemilikan publik ini, Bank Sumut menargetkan konsistensi kinerja melalui integritas, profesionalisme, dan kemampuan menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat lokal.
Akselerasi Kinerja dan Peningkatan Aset Jumbo
Secara fundamental, laporan tahun buku 2025 menunjukkan kedisiplinan kinerja keuangan yang mengesankan. Total aset Bank Sumut berhasil menembus angka Rp48,3 triliun, sebuah pencapaian yang menandakan pertumbuhan sekitar 6,38 persen atau selisih Rp2,9 triliun dibandingkan posisi akhir 2024 yang tercatat Rp45,4 triliun. Angka-angka pertumbuhan ini memberikan nilai tambah visual bagi pemangku kepentingan, khususnya dalam stabilitas perbankan daerah:
- Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK): Meningkat signifikan sebesar Rp2,7 triliun atau 7,54 persen, menunjukkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat dalam menyimpan dana.
- Kinerja Kredit & Pembiayaan: Mencapai total Rp32,09 triliun, naik tipis sebesar Rp102 miliar atau 0,32 persen dari capaian Rp31,9 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan DPK yang lebih dinamis dibandingkan laju penyaluran kredit mengindikasikan strategi konservatif namun tetap progresif dalam penatakelolaan likuiditas. Heru Mardiansyah menambahkan bahwa menjaga fondasi kepercayaan ini wajib dilakukan melalui konsistensi dalam menyajikan produk dan layanan yang tidak hanya inovatif secara digital, tetapi juga aman dan kredibel bagi seluruh nasabah dan pemangku kepentingan.
Menjaga Kepercayaan di Era Perubahan
Bagi Heru, perjalanan 65 tahun Bank Sumut adalah akumulasi kerja keras yang harus dijawab dengan transformasi yang berdampak. Tanpa kepercayaan yang solid, ia menegaskan bahwa bank akan lumpuh karena nasabah akan ditarik dari sistem penyimpanan dana. Oleh karena itu, percepatan digitalisasi tidak hanya bertujuan untuk efisiensi operasional, tetapi juga untuk memperluas jangkauan (financial inclusion) ke pelosok Sumatera Utara. Dengan menjadikan Pemprov Sumut dan pemda lokal sebagai pemegang saham utama, Bank Sumut memposisikan dirinya sebagai instrumen fiskal daerah yang adaptif, mampu menyerap aspirasi masyarakat, dan terus berinovasi untuk menjawab tantangan ekonomi daerah di masa depan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

857 UMK Binaan Pertamina Lolos Tahap Nasional, Fokus Penguatan Digital dan Manajemen
Laba Dana Pertukaran Hong Kong Anjlok 74%, Otoritas Moneter Peringatkan Turbulensi Pasar

Mentan Amran Perkuat Ekosistem Jagung-Peternak, SPHP Jadi Solusi Tekan Biaya Pakan
