Mentan Amran Perkuat Ekosistem Jagung-Peternak, SPHP Jadi Solusi Tekan Biaya Pakan
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir secara nyata di tengah petani dan peternak melalui penguatan pasokan jagung serta pembangunan ekosistem usaha terintegrasi.
- Langkah ini merupakan implementasi langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto agar persoalan di sektor pertanian diselesaikan secara konkret, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.
- Pemerintah menyediakan benih gratis, pompa air, dan alat mesin pertanian (alsintan) sesuai kemampuan APBN.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir secara nyata di tengah petani dan peternak melalui penguatan pasokan jagung serta pembangunan ekosistem usaha terintegrasi. Langkah ini merupakan implementasi langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto agar persoalan di sektor pertanian diselesaikan secara konkret, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.
Pembangunan Rantai Usaha Hulu-Hilir via Koperasi
Dalam pertemuan dengan peternak ayam petelur mikro di Blitar, Jawa Timur, Amran menjelaskan strategi jangka panjang berupa penyatuan petani jagung dan peternak dalam satu rantai usaha koperasi. Pemerintah menyediakan benih gratis, pompa air, dan alat mesin pertanian (alsintan) sesuai kemampuan APBN. Setelah panen, jagung diserap oleh koperasi peternak sebagai bahan pakan. Jika terjadi surplus produksi, Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menyerap dan menyimpan stok tersebut untuk menjaga ketersediaan saat dibutuhkan.
- Penyaluran jagung SPHP dipercepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak peternak.
- Koordinasi erat antara Bulog dan koperasi untuk stabilisasi harga pakan.
Dampak Signifikan Jagung SPHP terhadap Biaya Produksi
Solusi segera yang diberikan melalui penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terbukti meringankan beban operasional peternak. Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti, mencatat disparitas harga yang lebar: jagung pasar bebas mencapai Rp7.800โRp7.900 per kilogram, sementara jagung SPHP hanya sekitar Rp5.000 per kilogram. Hal senada disampaikan Zainuddin, Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Nganjuk, yang mengelola populasi 250 ribu ekor ayam. Dengan harga SPHP Rp5.500 per kilogram, margin keuntungan peternak menjadi lebih sehat dibandingkan harus membeli pakan pabrikan atau jagung mahal di pasar terbuka.
Langkah ini sejalan dengan penekanan Wamentan Alim bahwa inovasi dan SDM merupakan kunci utama bagi swasembada pangan berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

857 UMK Binaan Pertamina Lolos Tahap Nasional, Fokus Penguatan Digital dan Manajemen
Laba Dana Pertukaran Hong Kong Anjlok 74%, Otoritas Moneter Peringatkan Turbulensi Pasar

Bank NTB Syariah Berdayakan 20 Warga Lombok Timur lewat Peternakan Ayam Petelur
