857 UMK Binaan Pertamina Lolos Tahap Nasional, Fokus Penguatan Digital dan Manajemen
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- PT Pertamina (Persero) resmi meloloskan 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaannya ke tahap nasional dalam program Pertamina UMK Academy 2026 .
- Para peserta ini terpilih setelah melewati serangkaian pembinaan regional sejak September 2026 dan berhasil menyisihkan lebih dari 1.500 kandidat lain di seluruh Indonesia.
- Kelulusan ini menandai babak baru bagi para pelaku usaha untuk memperkuat fondasi bisnis mereka sebelum memasuki kompetisi tingkat nasional yang berlangsung hingga Desember 2026.
PT Pertamina (Persero) resmi meloloskan 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaannya ke tahap nasional dalam program Pertamina UMK Academy 2026. Para peserta ini terpilih setelah melewati serangkaian pembinaan regional sejak September 2026 dan berhasil menyisihkan lebih dari 1.500 kandidat lain di seluruh Indonesia. Kelulusan ini menandai babak baru bagi para pelaku usaha untuk memperkuat fondasi bisnis mereka sebelum memasuki kompetisi tingkat nasional yang berlangsung hingga Desember 2026.
Distribusi Geografis dan Dominasi Sektor Kuliner
Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan berdasarkan keaktifan peserta dalam pelatihan, webinar, pendampingan, serta perkembangan usaha selama program berjalan. Secara geografis, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendominasi jumlah peserta terbanyak dengan 135 UMK lolos dari total 211 peserta awal. Disusul oleh Jawa Timur dengan 129 UMK dari 215 peserta. Menariknya, wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatat persentase kelulusan tertinggi sebesar 60,9 persen.
Berdasarkan sektor usaha, kuliner atau makanan dan minuman tetap menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi 483 UMK (56,4 persen). Rincian komposisi sektor lainnya adalah sebagai berikut:
- Fesyen dan wastra: 169 UMK (19,7 persen)
- Kerajinan dan perhiasan: 159 UMK (18,6 persen)
- Agribisnis: 21 UMK
- Kesehatan, kecantikan, dan perawatan rumah tangga: 17 UMK
- Jasa dan perdagangan umum: 8 UMK
Tahap Nasional: Enam Aspek Penilaian dan Empat Kelas Pembinaan
Memasuki tahap nasional, Pertamina menerapkan kurikulum inkubasi yang lebih ketat melalui penilaian enam aspek krusial: pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk. Hasil evaluasi ini akan menentukan pengelompokan peserta ke dalam empat kelas pembinaan khusus, yaitu Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Pendekatan ini dirancang agar materi dan pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik serta kesiapan masing-masing usaha.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian integral dari kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Ketika UMK berkembang, peluang untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat juga semakin besar," ujar Baron. Program ini bertujuan memastikan UMKM tidak hanya unggul dalam kualitas produk, tetapi juga memiliki kapabilitas manajemen bisnis yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)
Laba Dana Pertukaran Hong Kong Anjlok 74%, Otoritas Moneter Peringatkan Turbulensi Pasar

Mentan Amran Perkuat Ekosistem Jagung-Peternak, SPHP Jadi Solusi Tekan Biaya Pakan

Bank NTB Syariah Berdayakan 20 Warga Lombok Timur lewat Peternakan Ayam Petelur
