Polisi Buru RO: Dugaan Kekerasan Ibu ke Anak di Ketapang Viral, CCTV Jadi Bukti Utama

- Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Nanga Tayap, Kalimantan Barat ini menarik perhatian publik luas karena menunjukkan tindakan brutal yang menimpa korban yang masih berusia empat tahun.
- AKBP Putra Pratama , Kapolres Ketapang, membenarkan penanganan kasus tersebut sebagai prioritas utama mengingat beratnya dugaan perbuatan yang terdokumentasi tersebut.
- Berdasarkan analisis awal terhadap rekaman visual yang beredar, kronologi kejadian menunjukkan pola kekerasan yang sistematis dan mengkhawatirkan.
Kepolisian Resor Kabupaten Ketapang secara resmi bergerak menyelidiki dugaan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga setelah viralnya rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang ibu menghajar anak kandungnya sendiri. Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Nanga Tayap, Kalimantan Barat ini menarik perhatian publik luas karena menunjukkan tindakan brutal yang menimpa korban yang masih berusia empat tahun. AKBP Putra Pratama, Kapolres Ketapang, membenarkan penanganan kasus tersebut sebagai prioritas utama mengingat beratnya dugaan perbuatan yang terdokumentasi tersebut.
Berdasarkan analisis awal terhadap rekaman visual yang beredar, kronologi kejadian menunjukkan pola kekerasan yang sistematis dan mengkhawatirkan. Rekaman menunjukkan pelaku tidak hanya melakukan serangan fisik pertama, tetapi juga terus berlanjut meskipun korban sudah berada dalam posisi terjatuh. Detail kejadian sebagai berikut:
- Viralnya rekaman CCTV menjadi pemicu utama penindakan hukum setelah tersebar luas di media sosial.
- Peristiwa kekerasan terjadi secara spesifik pada Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 11.50 WIB.
- Korban dikenal sebagai anak perempuan berusia empat tahun, sementara terlapor adalah ibu kandungnya yang berinisial RO.
Kronologi Kekerasan yang Terekam CCTV
Momen paling mengerikan dalam rekaman menunjukkan bagaimana pelaku menampar wajah korban secara langsung sebelum beralih menggunakan kakinya untuk menendang tubuh anak tersebut. Kekerasan fisik ini tidak berhenti di awal serangan; ketika anak itu sudah terjatuh ke lantai dan berada dalam kondisi menangis serta tak berdaya, pelaku masih melanjutkan aksinya dengan menendangnya dua kali lagi. Dalam proses penyerangan itu, RO juga terdampak melontarkan serangkaian ucapan kasar yang memperkuat dugaan intensi penganiayaan berat terhadap anak di bawah umur tersebut.
Dampak Hukum dan Pencarian Tersangka
Saat ini, prioritas utama aparat penegak hukum difokuskan pada upaya pencarian keberadaannya terduga pelaku yang belum diketahui. "Saat ini kami masih melakukan upaya pencarian untuk mengetahui keberadaan terlapor," ungkap Putra Pratama kepada pihak media. Kasus ini menyoroti urgensi perlindungan anak di Kalimantan Barat, di mana insiden yang seharusnya menjadi ruang aman justru berubah menjadi sumber trauma mendalam bagi korban. Penegakan hukum yang tegas dan transparan dari Kapolres Ketapang menjadi penutup penting untuk memastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu terhadap pelaku yang merupakan anggota keluarga terdekat.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Polisi Tangkap Perancang Baru Pembakaran Usaha di Sukoharjo: Eks Napi Terorisme Jadi Kunci Kasus

Korupsi Rp4,6 Miliar di Papua Barat Daya: Dua Pejabat Ditahan, Diduga Beli Mobil Mitsubishi Xpander

Gelombang Kejahatan Jakarta: Sindikat Curanmor Dibekuk hingga Penyelidikan Kebakaran Solaria
