Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Kawal Ketahanan Energi Nasional Lewat Penguatan Rantai Pasok
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Alexander Susilo , Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, menyampaikan hal ini dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung , Bandarlampung, Sabtu.
- Alexander menekankan bahwa ketahanan energi bukan sekadar soal ketersediaan sumber daya, melainkan mencakup kesiapan infrastruktur dan kelancaran rantai pasok hingga ke tingkat konsumen akhir.
- Menurut Alexander, sebagai bagian integral dari rantai pasok energi nasional, Pertamina Patra Niaga memiliki peran krusial dalam memastikan penyaluran energi berlangsung andal dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika kebutuhan energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan komitmennya untuk mengawal ketahanan energi melalui penguatan keandalan pasokan, infrastruktur, serta distribusi. Alexander Susilo, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, menyampaikan hal ini dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung, Bandarlampung, Sabtu. Alexander menekankan bahwa ketahanan energi bukan sekadar soal ketersediaan sumber daya, melainkan mencakup kesiapan infrastruktur dan kelancaran rantai pasok hingga ke tingkat konsumen akhir.
Menurut Alexander, sebagai bagian integral dari rantai pasok energi nasional, Pertamina Patra Niaga memiliki peran krusial dalam memastikan penyaluran energi berlangsung andal dan berkelanjutan. Strategi perusahaan ini difokuskan pada optimalisasi pengelolaan rantai pasok serta kesiapan infrastruktur untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan energi masyarakat maupun sektor produktif. "Dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Alexander, menandaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Peran Strategis Kebijakan Energi Nasional
Surono, anggota Dewan Energi Nasional, menyatakan bahwa Kebijakan Energi Nasional merupakan pedoman utama dalam mengarahkan pengelolaan energi Indonesia. Implementasi kebijakan ini tidak bisa berdiri sendiri; ia membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk badan usaha, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Surono menegaskan bahwa pemahaman bersama akan arah kebijakan ini akan diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat fondasi energi negara.
Dalam kesempatan yang sama, Lusmeilia Afriani, Rektor Universitas Lampung, menyoroti pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri. Perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi melalui riset dan inovasi yang menjawab tantangan energi masa depan. Kolaborasi ini diyakini mampu mendorong pengembangan sumber daya manusia yang kompeten serta menghasilkan temuan ilmiah yang aplikatif untuk mendukung keberlanjutan sektor energi nasional.
Optimalisasi Rantai Pasok dan Distribusi
Sebagai penutup, Alexander menegaskan bahwa penguatan sinergi dengan pemerintah dan kalangan akademisi adalah bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Upaya ini sejalan dengan misi menjaga keandalan pasokan dan distribusi energi guna memastikan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tetap terjaga secara stabil. Berikut adalah poin-poin kunci dalam strategi penguatan ketahanan energi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel:
- Pengelolaan rantai pasok yang efisien dan andal.
- Pemantapan kesiapan infrastruktur energi hingga ke titik distribusi.
- Penjaminan keandalan pasokan bagi masyarakat dan sektor produktif.
- Sinergi strategis dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

KMSPJ Anugerahkan Jakarta Youth Award 2026 kepada WGM Laysa Latifah

Pemerintah Gratiskan Pencatatan Hak Cipta untuk Seluruh Jenis Karya Kreatif

ICBA dan Pemprov Malut Jembatani Potensi Hutan Wallacea ke Pasar Karbon Global
