Sabtu, 7 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Paradoks Pasar EV: Penjualan Mobil Listrik Melesat 113,7%, Tapi Leasing Tak Terdampak

OtomotifSiska AmeliaSiska AmeliaSumber: Detik Oto
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Paradoks Pasar EV: Penjualan Mobil Listrik Melesat 113,7%, Tapi Leasing Tak Terdampak
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Industri otomotif Indonesia sedang mengalami fenomena unik yang memecah asumsi konvensional pasar.
  • Meskipun penjualan mobil listrik (EV) melonjak drastis, perusahaan pembiayaan atau leasing justru tidak merasakan peningkatan signifikan dalam penyaluran kredit.
  • Data wholesales mencatat penjualan EV telah menembus 117.218 unit sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 113,7 persen secara year-on-year.

Industri otomotif Indonesia sedang mengalami fenomena unik yang memecah asumsi konvensional pasar. Meskipun penjualan mobil listrik (EV) melonjak drastis, perusahaan pembiayaan atau leasing justru tidak merasakan peningkatan signifikan dalam penyaluran kredit. Data wholesales mencatat penjualan EV telah menembus 117.218 unit sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 113,7 persen secara year-on-year. Angka ini menandai rekor baru dalam lima tahun terakhir, namun ironisnya, pertumbuhan volume unit ini tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan portofolio kredit kendaraan roda empat.

Ketidakseimbangan antara lonjakan penjualan dan stagnasi pembiayaan ini memicu pertanyaan besar mengenai perilaku konsumen Indonesia. Apakah daya beli tunai masyarakat terhadap teknologi baru ini lebih tinggi dari estimasi industri? Ataukah ada pergeseran struktural dalam cara konsumen mendanai pembelian kendaraan? Fenomena ini menyoroti bahwa adopsi teknologi hijau di Indonesia didorong oleh kekuatan finansial tunai, bukan oleh leverage kredit perbankan atau lembaga pembiayaan. Antusiasme pasar terhadap kendaraan listrik ini sebelumnya tercermin dari antusiasme pengunjung dalam PEVS 2026.

Dominasi Transaksi Tunai dan Pergeseran Pola Konsumen

Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), mengonfirmasi bahwa mayoritas pembeli mobil listrik masih menggunakan dana pribadi atau cash basis. "Setelah kita lakukan penelitian, ternyata tidak linear dengan kami karena satu dan lain hal, banyak penjualan di kendaraan EV. Nah, kendaraan EV rata-rata yang membeli kendaraan itu masih menggunakan dana tunainya sendiri atau cash basis," ujar Suwandi. Hal ini menunjukkan bahwa segmen pembeli EV saat ini cenderung memiliki likuiditas tinggi yang memilih menghindari beban cicilan jangka panjang.

Fenomena serupa juga melanda pasar mobil bekas, yang biasanya menjadi penopang utama pertumbuhan perusahaan pembiayaan. Suwandi mengungkapkan bahwa transaksi kredit di segmen roda empat bekas juga mengalami penurunan. "Di roda empat, bekas juga kok kelihatannya turun? Kenapa? Kami cek ke dealer dan showroom, ternyata penjualannya juga banyak cash," jelasnya. Data lapangan dari dealer dan showroom mengonfirmasi bahwa tren pembayaran tunai kini mendominasi baik untuk unit baru maupun bekas.

Alih Arah Pembiayaan ke Program KUR

Selain preferensi tunai, perusahaan pembiayaan juga menghadapi persaingan dari alternatif pendanaan pemerintah. Suwandi menyoroti bahwa sebagian konsumen yang biasanya menggunakan skema kredit leasing kini beralih ke pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membeli kendaraan roda empat. "Banyak penjualan kendaraan bekas yang biasanya dengan pola kredit melalui perusahaan pembiayaan, sekarang mereka mendapatkan pinjaman dari KUR, terus membeli kendaraan roda empat. Bukan mereka tidak dapat dari kita, tapi dapatnya dari lembaga keuangan lainnya," kata Suwandi. Pergeseran ini mengindikasikan bahwa insentif pemerintah melalui KUR menjadi daya tarik alternatif yang efektif bagi konsumen yang membutuhkan pendanaan eksternal.

Bagi industri pembiayaan, kondisi ini menuntut penyesuaian strategi pasar. Jika tren tunai terus berlanjut, perusahaan pembiayaan mungkin perlu merevisi target pertumbuhan untuk segmen kendaraan listrik dan bekas, serta mempertimbangkan kolaborasi dengan program pendanaan pemerintah untuk tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif dan berorientasi pada efisiensi biaya bagi konsumen. Selain itu, dinamika harga kendaraan, seperti bocoran harga Hyundai Neira di pameran GAW 2026, turut mempengaruhi keputusan pembelian langsung di segmen premium ini.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ