PEVS 2026 Tuntas: 35.257 Pengunjung Ramai Pamerkan Gejolak Minat RI terhadap Kendaraan Listrik
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

- Pameran kendaraan listrik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 resmi berakhir pada Minggu (1/11), mencatatkan pencapaian signifikan dengan total 35.257 pengunjung hingga pukul 15.00 WIB.
- Angka ini belum termasuk kunjungan pada tiga jam terakhir sebelum penutupan, yang menandakan antusiasme tinggi masyarakat Indonesia terhadap teknologi mobilitas elektrifikasi.
- Moeldoko mengapresiasi inisiatif panitia pelaksana, Dyandra, khususnya program cashback hingga Rp 200 juta yang dinilai memberikan dampak luar biasa dalam menarik minat pembeli.
Pameran kendaraan listrik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 resmi berakhir pada Minggu (1/11), mencatatkan pencapaian signifikan dengan total 35.257 pengunjung hingga pukul 15.00 WIB. Angka ini belum termasuk kunjungan pada tiga jam terakhir sebelum penutupan, yang menandakan antusiasme tinggi masyarakat Indonesia terhadap teknologi mobilitas elektrifikasi. Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO), Moeldoko, menyatakan bahwa ramainya pengunjung sejak hari pertama hingga akhir menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kendaraan listrik (EV) di tanah air.
Moeldoko mengapresiasi inisiatif panitia pelaksana, Dyandra, khususnya program cashback hingga Rp 200 juta yang dinilai memberikan dampak luar biasa dalam menarik minat pembeli. Direktur Dyandra Promosindo, Rumpoko Hadi, mengakui bahwa capaian pengunjung ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak serta strategi promosi yang agresif. Kehadiran program cashback tersebut berhasil menjadi magnet utama yang menggerakkan transaksi dan kunjungan selama empat hari pameran berlangsung.
Kolaborasi Produsen dan Edukasi Pelajar
PEVS 2026 menghadirkan 45 partisipan yang terdiri dari produsen kendaraan roda empat, roda dua, serta industri pendukung. Merek-merek besar seperti BYD, Chery, Hyundai, MG, Wuling, dan VinFast turut serta dalam pamer ini. Selain transaksi jual beli, pameran ini juga menjadi wadah edukasi melalui program EV Student Showcase yang menampilkan kreativitas mahasiswa dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Budi Luhur, dan Politeknik Negeri Jakarta dalam mengembangkan teknologi EV.
Dimensi edukasi semakin diperluas melalui EV Mobility Zone yang memperkenalkan penerapan kendaraan listrik di sektor darat, udara, dan laut. Komunitas juga dilibatkan melalui kompetisi EV Push Bike Race yang diikuti lebih dari 200 peserta anak-anak, serta EV Fest yang menampilkan mobil dan motor listrik hasil modifikasi kreatif dari tuner otomotif melalui kolaborasi Indonesia Automodified (IAM) dan Adipro.
Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem EV
Aktivitas masif selama PEVS 2026 mengindikasikan bahwa pasar mobil dan sepeda motor listrik di Indonesia telah memasuki fase pertumbuhan pesat. Partisipasi berbagai merek global dan lokal, disertai dukungan edukasi dari institusi pendidikan tinggi, menunjukkan bahwa industri ini tidak hanya berfokus pada penjualan unit, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Program cashback dan modifikasi kreatif menjadi bukti bahwa elektrifikasi kendaraan kini telah menjadi tren gaya hidup yang diminati lintas generasi.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Lompatan Kualitas: 5 Mobil Listrik Wuling Resmi Capai TKDN 60 Persen

Fakta Teknis: 6 Dampak Nyata Pertamax RON 92 terhadap Performa Mesin, Bukan Sekadar Mitos

Mitos dan Fakta: Dampak Nyata Pertamax RON 92 pada Performa dan Efisiensi Mesin
