Sabtu, 7 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

OJK Klarifikasi Gadai Saham Haji Isam: Sesuai Regulasi untuk Aksi Korporasi

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Market & Saham
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

OJK Klarifikasi Gadai Saham Haji Isam: Sesuai Regulasi untuk Aksi Korporasi
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Namun, terdapat batas maksimal nilai saham yang dapat diperhitungkan sebagai agunan, yakni sebesar 50% dari harga pasar atau kurs saham tersebut.
  • Dian membantah spekulasi bahwa transaksi ini melibatkan aktivitas jual beli saham ilegal.
  • "Sebetulnya ketentuan boleh, yang enggak boleh itu dia jual beli saham.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa praktik gadai saham milik konglomerat Haji Isam, yaitu emiten PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), kepada Bank Mandiri sepenuhnya sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Eliana Rae, menjelaskan bahwa regulasi memperbolehkan penggunaan saham sebagai agunan untuk keperluan pengambilalihan perusahaan (akuisisi) maupun aksi korporasi lainnya. Namun, terdapat batas maksimal nilai saham yang dapat diperhitungkan sebagai agunan, yakni sebesar 50% dari harga pasar atau kurs saham tersebut.

Dian membantah spekulasi bahwa transaksi ini melibatkan aktivitas jual beli saham ilegal. "Sebetulnya ketentuan boleh, yang enggak boleh itu dia jual beli saham. Tapi kalau untuk ambil alih dan lain sebagainya, untuk akuisisi lah corporate action, itu sebenarnya diperbolehkan," ujar Dian di Jakarta pada Jumat (6/11/2026). Ia menekankan bahwa selama dilakukan sesuai aturan, penjaminan saham ini tidak menjadi persoalan karena merupakan hubungan bisnis antarpihak (B2B) yang normal. OJK memastikan tidak memberikan izin khusus untuk transaksi ini, melainkan mengawasi kepatuhannya terhadap regulasi.

Konteks Kredit dan Posisi Nasabah Prime

Hubungan komersial antara Bank Mandiri dan Haji Isam telah terjalin lama, di mana Haji Isam masuk dalam kategori prime customer bank plat merah tersebut. Dalam pemberian fasilitas kredit kepada PT Jhonlin Baratama, agunan utama sebenarnya berasal dari proyek yang dibiayai, sementara saham JARR dan PGUN hanya berfungsi sebagai agunan tambahan. Sebelumnya, Bank Mandiri telah menjelaskan bahwa fasilitas kredit ini digunakan untuk membeli saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dengan total jaminan mencapai 7.997.556.204 lembar saham. Menurut informasi bursa, 100% kepemilikan PT Eshan Agro Sentosa di JARR telah diagunkan dalam transaksi yang berlangsung pada 30 September 2026 tersebut.

Manajemen Bank Mandiri menegaskan bahwa kredit tersebut bukan untuk aktivitas trading, melainkan mendukung pengembangan usaha, termasuk belanja modal (capex) di industri batu bara dan sektor penunjang lainnya. Pertimbangan pengajuan kredit didasarkan pada kemampuan membayar (repayment capacity) serta analisis tiga pilar kualitas kredit OJK, yaitu prospek usaha, kinerja, dan kemampuan bayar. Saham yang dijaminkan dinilai secara konservatif sebagai sumber pelunasan sekunder (second way out) dengan acuan Pasal 4 POJK Nomor 40 Tahun 2017.

Implikasi Kewaspadaan dan Manajemen Risiko

Bank Mandiri menerapkan prinsip kehati-hatian dengan melakukan analisis kelayakan usaha dan kecukupan agunan secara menyeluruh. Penilaian ini mencakup kapasitas Jhonlin Baratama sebagai operating company yang menghasilkan EBITDA, serta potensi dividen dari anak-anak usahanya. Penetapan harga kredit (pricing) dan profitabilitas perseroan juga menjadi faktor kunci dalam penetapan fasilitas pinjaman ini. Seluruh jaminan tidak hanya berupa saham, tetapi juga aset tetap, non-aset tetap, dan rekening perusahaan.

Dengan klarifikasi dari OJK dan paparan rinci dari Bank Mandiri, pasar dapat memahami bahwa transaksi gadai saham sebesar miliaran lembar ini adalah mekanisme finansial standar dalam struktur korporasi besar. Langkah ini menunjukkan komitmen regulator dan pelaku industri dalam menjaga transparansi serta kepatuhan terhadap standar manajemen risiko yang ketat, memastikan stabilitas sektor perbankan dan perlindungan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ