Sabtu, 7 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Australia Kerahkan Pesawat Hercules Jemput Bola, Bantu Indonesia Tangani Krisis Karhutla Kalimantan

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Australia Kerahkan Pesawat Hercules Jemput Bola, Bantu Indonesia Tangani Krisis Karhutla Kalimantan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Australia turun tangan langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengerahkan pesawat angkut militer C-130 Hercules .
  • Langkah ini diambil setelah kebakaran yang berkepanjangan memicu kabut asap beracun, mengancam kesehatan masyarakat, dan melintasi batas negara.
  • Operasi pemadaman dari udara ini menjadi krusial mengingat skala bencana yang terus meluas.

Australia turun tangan langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengerahkan pesawat angkut militer C-130 Hercules. Langkah ini diambil setelah kebakaran yang berkepanjangan memicu kabut asap beracun, mengancam kesehatan masyarakat, dan melintasi batas negara. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kristomei Sianturi, menegaskan masih banyaknya titik panas yang terdeteksi, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, berdasarkan diskusi teknis dengan tim Australia pada Kamis malam, 6 November 2026.

Operasi pemadaman dari udara ini menjadi krusial mengingat skala bencana yang terus meluas. Pesawat C-130 Hercules tersebut tiba di Kalimantan Timur untuk menjalankan misi water bombing. Selain pesawat utama, Australia juga mengirimkan pesawat Cessna Citation untuk memandu operasi serta 20 personel yang terdiri dari pilot, kru penerbangan, dan tenaga medis. Bantuan ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 November 2026, sebagai bagian dari respons internasional terhadap krisis lingkungan yang membara.

Kapasitas Teknis dan Diplomasi Persahabatan

Kemampuan teknis armada yang dikirimkan cukup signifikan dalam mengatasi skala kebakaran yang masif. Kedutaan Besar Australia di Indonesia menjelaskan bahwa pesawat Hercules mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam sekali penerbangan. Secara kumulatif, kapasitas ini memungkinkan penjangkauan lebih dari 100.000 liter air per hari untuk mematikan api di titik-titik kritis.

  • Angka utama: 15.000 liter air per penerbangan C-130 Hercules.
  • Kapasitas harian: Lebih dari 100.000 liter air dapat diturunkan.
  • Personel pendukung: 20 anggota kru meliputi pilot, kru, dan tenaga medis.
  • Durasi operasi: 6 hingga 12 November 2026 (7 hari).

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan hubungan persahabatan kedua negara yang terjalin erat. Ia turut mengingatkan kembali dukungan Indonesia saat memadamkan kebakaran hutan besar di Australia pada 2020. "Kedua negara adalah sahabat sejati," ujarnya, menegaskan bahwa solidaritas ini bersifat timbal balik dan berkelanjutan dalam menghadapi bencana alam lintas negara.

Dampak Lingkungan Masif dan Ancaman Regional

Krisis karhutla di Kalimantan telah menimbulkan konsekuensi ekologis dan kesehatan yang sangat berat. Nusantara Atlas, lembaga pemantau deforestasi, memperkirakan lebih dari 1,9 juta hektare lahan telah terbakar selama sembilan bulan pertama tahun ini. Para ahli mengaitkan kerusakan masif ini dengan praktik pembukaan lahan menggunakan api yang dilakukan untuk kepentingan industri kayu, perkebunan kelapa sawit, dan pertambangan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan secara lokal. Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan bahwa lebih dari 400.000 orang telah mendapatkan perawatan akibat gangguan pernapasan akut yang dipicu oleh kabut asap beracun. Polusi udara ini bahkan menyebar hingga ke negara-negara tetangga, sempat memperburuk hubungan regional. Sebelumnya, Jepang juga telah mengirimkan sekitar 350 personel Pasukan Bela Diri beserta tiga helikopter pada September untuk membantu memadamkan kebakaran di Kalimantan Barat, menunjukkan bahwa bantuan Australia ini adalah bagian dari dukungan internasional yang lebih luas dalam mengatasi ancaman bencana yang terus meluas di Indonesia.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ