Sabtu, 7 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

AS Desak Kongres Permanenkan Larangan Mobil China, Ancam Industri Otomotif Lokal

OtomotifRaka MahendraRaka MahendraSumber: CNN Otomotif
Raka Mahendra
Raka Mahendra
Jurnalis Otomotif

Pakar modifikasi kendaraan dan tren pasar motor di Asia Tenggara.

AS Desak Kongres Permanenkan Larangan Mobil China, Ancam Industri Otomotif Lokal
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Langkah ini didorong oleh kekhawatiran mendalam atas ancaman penetrasi produk China yang dinilai berisiko tinggi bagi keamanan nasional dan ekonomi domestik.
  • Dua RUu Kunci untuk Menutup Celah Ekspansi China Untuk menutup seluruh celah masuk kendaraan asal China, parlemen AS telah mengusulkan dua rancangan undang-undang strategis yang saling melengkapi.
  • Pertama, Connected Vehicle Security Act berfokus pada pengawasan teknologi, keamanan siber, serta kedaulatan data.

Alliance for Automotive Innovation, asosiasi yang menaungi hampir seluruh pabrikan otomotif di Amerika Serikat (AS), mendesak Kongres AS untuk mengesahkan larangan permanen terhadap masuknya kendaraan asal China ke pasar domestik. Desakan ini disampaikan secara tegas menjelang kembalinya para anggota dewan ke parlemen untuk menjalani sesi singkat usai pemilu, menyusul kesepakatan sponsor bipartisan di Senat pada September 2026 yang menunda percepatan pembahasan RUU larangan tersebut hingga November 2026.

Langkah ini didorong oleh kekhawatiran mendalam atas ancaman penetrasi produk China yang dinilai berisiko tinggi bagi keamanan nasional dan ekonomi domestik. Asosiasi ini mewakili raksasa otomotif global seperti General Motors, Toyota, hingga Volkswagen, yang dinilai telah melakukan investasi lintas generasi di komunitas Amerika dan terancam oleh 'banjir impor' dari saingan asing. Saat ini, produsen otomotif China memang sudah menghadapi tarif impor sebesar 100 persen untuk kendaraan listrik serta larangan penjualan akibat kekhawatiran keamanan data, namun industri menilai celah regulasi masih terbuka lebar.

Dua RUu Kunci untuk Menutup Celah Ekspansi China

Untuk menutup seluruh celah masuk kendaraan asal China, parlemen AS telah mengusulkan dua rancangan undang-undang strategis yang saling melengkapi. Pertama, Connected Vehicle Security Act berfokus pada pengawasan teknologi, keamanan siber, serta kedaulatan data. Rancangan ini telah lolos di komite Senat pada Juli 2026 dan kini menunggu pemungutan suara penuh. Kedua, Protecting America from Chinese Cars Act menargetkan penegakan hukum perdagangan dan struktur korporasi, dengan melarang kendaraan China masuk melalui negara mitra perdagangan bebas seperti Meksiko atau Kanada. Aturan ini juga secara eksplisit melarang penjualan kendaraan yang didesain atau didistribusikan oleh entitas dengan kepemilikan saham induk China atau pemerintah China sebesar 15 persen atau lebih.

John Bozzella, Head of Alliance for Automotive Innovation, menekankan urgensi langkah tegas ini. "Kita perlu melindungi pasar AS dari banjir impor China yang membawa risiko pengawasan intelijen dan merugikan produsen saat ini," ujar Bozzella. Ia mengingatkan bahwa ancaman ekspansi industri otomotif China telah terbukti nyata di kawasan Eropa, di mana Uni Eropa mencatat impor lebih dari 1,1 juta unit kendaraan dari China pada delapan bulan pertama 2026, melampaui total volume impor sepanjang tahun 2025.

Tekanan Waktu dan Dampak Jangka Panjang

Kongres AS kini menghadapi tekanan waktu yang kritis. Pelaku industri otomotif mengkhawatirkan ketersediaan waktu yang mencukupi untuk mengesahkan larangan permanen tersebut sebelum masa sidang Senat berakhir pada pertengahan Desember 2026. Bozzella menegaskan bahwa Kongres harus melindungi basis manufaktur canggih serta pertahanan negara, dan menghentikan pola perilaku yang dianggap tidak adil dari China di AS. Kegagalan dalam proses legislasi ini dinilai dapat membuka jalan bagi produsen China untuk mengulang dominasi mereka di pasar Eropa ke pasar Amerika, mengancam kelangsungan kerja dan investasi jangka panjang pabrikan lokal.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ