Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PTPN IV PalmCo Percepat Ekspor Langsung CPO dan Efisiensi Biaya Jelang Akhir 2026

EkonomiHendra GunawanHendra GunawanSumber: Antara News
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

PTPN IV PalmCo Percepat Ekspor Langsung CPO dan Efisiensi Biaya Jelang Akhir 2026
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) mengakselerasi strategi operasional dan finansial dengan memprioritaskan peningkatan volume ekspor langsung ( direct export ) minyak kelapa sawit mentah (CPO).
  • Langkah strategis ini diambil untuk memastikan target kinerja perusahaan tercapai secara optimal menjelang penutupan tahun buku 2026, ditopang oleh efisiensi biaya produksi yang ketat.
  • Santosa , Direktur Utama PTPN IV PalmCo, menegaskan bahwa memasuki kuartal keempat, perusahaan sedang mematangkan strategi untuk mengawal produksi dari hulu ke hilir.

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) mengakselerasi strategi operasional dan finansial dengan memprioritaskan peningkatan volume ekspor langsung (direct export) minyak kelapa sawit mentah (CPO). Langkah strategis ini diambil untuk memastikan target kinerja perusahaan tercapai secara optimal menjelang penutupan tahun buku 2026, ditopang oleh efisiensi biaya produksi yang ketat.

Jatmiko K. Santosa, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, menegaskan bahwa memasuki kuartal keempat, perusahaan sedang mematangkan strategi untuk mengawal produksi dari hulu ke hilir. "Kuncinya tetap berada pada pengawalan produksi di lapangan, memastikan kepastian pasokan, serta menjaga mutu yang ketat mulai dari proses di pabrik hingga manajemen logistik," ujarnya. Perusahaan juga mengimplementasikan inisiatif Go Lean dan Go Secure untuk menekan cash cost dan menjaga fundamental margin perusahaan.

Transformasi ke Smart Plantation dan Tata Kelola Presisi

Transformasi menuju tata kelola kebun presisi menjadi prioritas utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Q4 yang melibatkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi. Desrial, Komisaris Utama PTPN IV PalmCo, menekankan bahwa keunggulan operasional ke depan tidak lagi ditentukan oleh luas lahan, melainkan capaian produktivitas per hektare dan ketepatan alokasi biaya. Industri perkebunan kini menuntut transisi ke Smart Plantation yang mengintegrasikan mekanisasi lapangan dengan digitalisasi.

  • Mekanisasi: Menjamin standardisasi proses dan efisiensi waktu di lapangan.
  • Digitalisasi: Memastikan pelaporan dan keputusan manajerial berbasis data mutakhir.
  • Keselarasan: Keduanya berjalan beriringan agar corrective action dapat dilakukan seketika.

Penguatan GCG dan Optimalisasi Nilai Tambah

Selain operasional, perusahaan memaksimalkan nilai tambah melalui pengolahan limbah sawit, seperti pemanfaatan fasilitas methane capture dan penjualan cangkang sawit. Manajemen juga menegakkan Good Corporate Governance (GCG) di seluruh level dengan pengawasan berjenjang terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Dengan sinkronisasi antara agresivitas produksi, perluasan pasar global, dan pengawasan internal yang ketat, PTPN IV PalmCo optimistis tren positif hingga kuartal ketiga akan terus terakselerasi untuk mencatatkan pencapaian maksimal di akhir 2026.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ