Presiden Paraguay Santiago Peña Mundur Usai Bank Digital Ueno Bank Kolaps dan Picu Krisis Finansial
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Santiago Peña secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Presiden Paraguay pada hari Kamis, sebuah langkah dramatis yang diambil di tengah krisis keuangan dan politik yang melanda negara tersebut.
- Pengunduran diri ini dipicu oleh kebangkrutan Ueno Bank , sebuah bank digital yang sebelumnya diklaim menguasai sekitar 60% nasabah dari populasi orang dewasa Paraguay.
- Namun, krisis makin memburuk karena bank tersebut dilaporkan turut mengelola dana negara dan pensiun dengan nilai mencapai US$ 800 juta hingga US$ 850 juta .
Santiago Peña secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Presiden Paraguay pada hari Kamis, sebuah langkah dramatis yang diambil di tengah krisis keuangan dan politik yang melanda negara tersebut. Pengunduran diri ini dipicu oleh kebangkrutan Ueno Bank, sebuah bank digital yang sebelumnya diklaim menguasai sekitar 60% nasabah dari populasi orang dewasa Paraguay. Kolapsnya institusi keuangan ini telah membekukan simpanan 3 juta nasabah, menyebabkan ratusan ribu keluarga kesulitan mengakses uang tunai untuk kebutuhan pokok, serta memicu kemarahan massal di jalanan yang berujung pada proses pemakzulan yang mendapat dukungan luas.
Ueno Bank, yang dibeli oleh Grupo Vazquez pada 2021 dan mulai beroperasi secara digital pada akhir 2023, menarik pelanggan melalui penawaran uang kembali yang menggiurkan hingga mensponsori tim sepak bola nasional. Namun, krisis makin memburuk karena bank tersebut dilaporkan turut mengelola dana negara dan pensiun dengan nilai mencapai US$ 800 juta hingga US$ 850 juta. Konflik kepentingan pun menyeruak setelah terungkap bahwa Peña memiliki hubungan kepemilikan saham di Ueno Holding, yang ia klaim telah dilepas. Tekanan politik semakin memanas saat mantan Presiden Horacio Cartes secara terbuka mendukung mosi pemakzulan, menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan pencurian dana publik dan pensiunan terjadi tanpa pertanggungjawaban.
Runtuhnya Kepercayaan Publik dan Penolakan terhadap Skandal Dana Pensiun
Krisis ini bukan sekadar kegagalan korporat, melainkan skandal sistemik yang menggoyang fondasi kepercayaan publik. Senator oposisi Rafael Filizzola mengkritik keras Ueno Bank sebagai entitas yang diciptakan untuk menyelewengkan dana publik demi kepentingan bisnis swasta yang terafiliasi dengan kekuasaan politik. "Ini adalah bank yang diciptakan dari kekuasaan politik, untuk menggunakan uang publik bagi bisnis swasta yang terhubung dengan kekuasaan politik, dengan presiden republik berada di puncaknya," tegas Filizzola, menyebutnya sebagai penipuan terbesar dalam era demokrasi Paraguay. Di sisi lain, para pemain timnas Paraguay bahkan merilis surat tuntutan agar pemerintah dan sistem peradilan segera menindak tegas skandal ini, menunjukkan betapa dalam dampak krisis tersebut terhadap berbagai lapisan masyarakat.
Implikasi Hukum dan Ketidakpastian Kepemimpinan Menuju 2028
Meskipun telah mengundurkan diri, masa depan politik dan hukum Peña masih sangat tidak pasti. Sekitar satu jam setelah pengumuman pengunduran dirinya, majelis rendah secara bulat menyetujui mosi pemakzulan untuk dilanjutkan ke Senat. Jika disetujui, Pena akan kehilangan kursi Senatnya serta kekebalan parlementer, memaksanya menghadapi tuntutan pidana di pengadilan biasa. Secara konstitusional, Wakil Presiden Pedro Alliana berpotensi mengambil alih sisa masa jabatan hingga 2028, namun Alliana sendiri saat ini turut dicurigai terlibat dalam skandal Ueno Bank, meskipun ia membantah tuduhan tersebut. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai siapa yang akan memimpin Paraguay secara resmi, sementara fokus utama kini beralih pada upaya pemulihan stabilitas institusional dan pengembalian dana tabungan masyarakat yang membeku.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

AUTO Ekspansi 30 Gerai Ritel & ITMG Buyback Rp2,31 T: Manuver Korporasi di Tengah Dampak Sentimen Global AI

OJK: 80% dari 191 Kasus Kejahatan Keuangan Didominasi Sektor Perbankan

IHSG Menguat 2,25% ke 5.030, Investor Asing Justru Jual Bersih Rp65,5 Miliar
