Pramono Anung Komitmen Perluas Jangkauan CCTV di Titik Rawan Tawuran dan Narkoba
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmennya untuk menambah instalasi kamera pengawas atau CCTV di kawasan yang rawan tawuran serta peredaran narkotika di ibu kota.
- Pernyataan tersebut diucapkan Pramono saat berada di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur , pada hari Jumat.
- Ia menekankan bahwa usulan dari anggota DPRD untuk memperluas fasilitas pengawasan di lokasi-lokasi berisiko tinggi akan segera ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmennya untuk menambah instalasi kamera pengawas atau CCTV di kawasan yang rawan tawuran serta peredaran narkotika di ibu kota. Keputusan strategis ini diambil sebagai respons langsung terhadap desakan dari Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, yang meminta pemerintah provinsi memprioritaskan titik-titik krusial tersebut demi menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
Pernyataan tersebut diucapkan Pramono saat berada di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada hari Jumat. Ia menekankan bahwa usulan dari anggota DPRD untuk memperluas fasilitas pengawasan di lokasi-lokasi berisiko tinggi akan segera ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah.
Respons Cepat atas Usulan DPRD dan Dukungan Penuh Pemberantasan Narkoba
Langkah penambahan CCTV ini tidak hanya bertujuan mencegah konflik horizontal seperti tawuran, tetapi juga menjadi instrumen vital dalam memerangi peredaran gelap narkoba. Pramono menyoroti dukungan penuh Pemprov DKI terhadap upaya pemberantasan narkoba, sejalan dengan pernyataan Kapolri Suyudi Ario Seto yang sebelumnya telah mendeklarasikan perang total terhadap penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Indonesia.
Sebelumnya, Inggard Joshua secara spesifik meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran hasil efisiensi pengadaan CCTV. Ia menilai masih banyak wilayah yang kekurangan fasilitas pemantauan, sehingga perluasan jangkauan menjadi urgensi. Inggard juga menagih janji politik Pramono terkait realisasi pemasangan CCTV agar segera terwujud di lapangan.
Optimalisasi Anggaran Efisiensi untuk Keamanan Publik
Strategi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dengan memanfaatkan teknologi pengawasan secara maksimal. Dengan mengalokasikan kembali dana efisiensi untuk titik-titik rawan, Pemprov DKI berupaya menutup celah keamanan yang selama ini menjadi titik lemah dalam pengawasan kota. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif ini menandai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keamanan.
Keputusan ini menegaskan bahwa keamanan warga Jakarta menjadi prioritas utama, di mana teknologi dipandang sebagai solusi efektif untuk mencegah kejahatan dan menjaga ketertiban umum di berbagai sudut ibu kota.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Menjaga Warisan Manis: Ketelatenan di Balik Produksi Temerodok Khas Sakra, Lombok Timur

Respon Resmi UGM atas Tindakan Jokowi Tunjukkan Ijazah di Sidang Roy Suryo

Kapolres Jakbar Nasriadi Ingatkan Anggota Polri Tegakkan Hukum dengan Nuansa Humanis dan Keadilan Sosial
