Ashoka Indonesia Umumkan 12 Tim Inovasi Terbaik dari 700 Pendaftar dalam Gaharu Bumi Innovation Challenge 2026
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Pengumuman ini disampaikan dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, yang menandai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi sosial di Indonesia.
- Proses seleksi GBIC 2026 berlangsung ketat, di mana dari lebih dari 700 pendaftar , hanya 12 tim yang berhasil lolos dan mewakili sembilan provinsi di Indonesia.
- Daftar 12 Inovasi Sosial Terbaik dari Empat Kategori Ke-12 tim inovasi yang terpilih telah melalui seleksi bertingkat dan dinilai oleh panelis ahli pada tahap akhir.
Yayasan Ashoka Pembaharu Bagi Masyarakat atau Ashoka Indonesia resmi mengumumkan 12 tim inovasi terbaik dari kategori Guru, Orang Muda, Keluarga, dan Komunitas dalam ajang Gaharu Bumi Innovation Challenge (GBIC) 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, yang menandai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi sosial di Indonesia. Nani Zulminarni, Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara, menyatakan bahwa terpilihnya para inovator ini memberikan optimisme bahwa masyarakat Indonesia terus memperjuangkan ruang hidup yang adil, lestari, dan inklusif melalui solusi konkret atas masalah nyata.
Proses seleksi GBIC 2026 berlangsung ketat, di mana dari lebih dari 700 pendaftar, hanya 12 tim yang berhasil lolos dan mewakili sembilan provinsi di Indonesia. Nani Zulminarni menegaskan, "Kami berharap ide-ide baru ini dapat disebarluaskan, direplikasi, dan memberikan dampak yang luas bagi semua orang." Inisiatif ini dirancang tidak hanya untuk menemukan, tetapi juga memperkuat kapasitas para pembuat perubahan agar inovasi mereka memiliki daya jangkau yang lebih besar secara nasional.
Daftar 12 Inovasi Sosial Terbaik dari Empat Kategori
Ke-12 tim inovasi yang terpilih telah melalui seleksi bertingkat dan dinilai oleh panelis ahli pada tahap akhir. Berikut adalah rincian inisiatif terbaik dari masing-masing kategori yang berhasil memenangkan kompetisi tahun ini:
- Kategori Guru: SEMAI (Ridwan, SMAN 13 Wajo, Sulsel), Rumah Karya Ilmiah Sanggau (Wiwin Asriningrum, SMPN 1 Sanggau, Kalbar), dan Kelas Kreatif Berbasis Alam Papua (Refol Malimpu, Papua Pegunungan).
- Kategori Orang Muda: Buta Digital (Moch. Yugo Dwi Satriyo, Surabaya), InvesKids (Calvin Jonathan Santoso, Semarang), dan Welas (Affan Nararya Alghifari & Zahra Nafiz Aulia Hasruddin, Semarang).
- Kategori Keluarga: Kebon Tamantirto (Marjorie Jatining Surya, Bantul), Taman Baca Ersalrif (Erna Listiani & Salwa Amalia Kaysan, Jakarta), dan Timor Moringa (Meybi Agnesya Lomanledo, Kupang).
- Kategori Komunitas: Fantasi Tuli (Hasna Mufidah, Jakarta), Yo'ra Hero (Nelda Hannia, Lombok Utara), dan Ngawi Tekno (Fris Frins Pionirissian, Ngawi).
Keanekaragaman geografis dan tematik dari para pemenang ini mencerminkan luasnya tantangan sosial yang dihadapi Indonesia, mulai dari literasi digital, pendidikan berbasis alam, hingga pemberdayaan komunitas disabilitas dan pertanian lokal.
Dampak Jangka Panjang dan Harapan Replikasi Inovasi
Keberhasilan GBIC 2026 tidak hanya menjadi pengakuan bagi para pemenang, tetapi juga menjadi katalisator bagi perubahan sosial yang lebih sistemik. Dengan dukungan Ashoka Indonesia, para inovator diharapkan mampu menskalakan solusi mereka dari tingkat lokal ke tingkat yang lebih luas. Nani Zulminarni menekankan pentingnya penyebaran ide-ide ini agar dapat direplikasi oleh komunitas lain di berbagai daerah, sehingga dampak positifnya tidak terbatas pada satu lokasi saja.
Langkah ini sejalan dengan misi Ashoka untuk memberdayakan pembaharu sosial di seluruh dunia. Melalui GBIC 2026, Ashoka Indonesia membuktikan komitmen konkritnya dalam menjembatani ide-ide kreatif masyarakat dengan sumber daya dan jaringan yang diperlukan untuk menciptakan perubahan berkelanjutan. Ke depan, keberhasilan replikasi inovasi-inovasi ini akan menjadi indikator utama keberhasilan program dalam mewujudkan masyarakat yang lebih berkeadilan dan inklusif di Indonesia.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Tito Karnavian Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026: Transformasi Pinemda Berbasis Kinerja

Kemenbud Gelar AKI 2026: Apresiasi Ketujuh Kategori untuk Pemajuan Kebudayaan Nasional

Kemenekraf Luncurkan IDE-IND di Banten, Targetkan Jenama Lokal Tembus Pasar Nasional
