Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Luncurkan Indeks ESG Obligasi, BEI dan PHEI Hadirkan Kompas Baru bagi Investor Pasar Modal

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Market & Saham
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Luncurkan Indeks ESG Obligasi, BEI dan PHEI Hadirkan Kompas Baru bagi Investor Pasar Modal
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kehadiran indeks ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur informasi pasar sekaligus mendorong pengembangan produk investasi yang lebih terarah dan transparan.
  • Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dukungan PHEI terhadap evolusi pasar modal nasional.
  • Berdasarkan data yang dirilis, indeks baru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelaku industri akan referensi yang objektif dan konsisten.

Pasar modal Indonesia memasuki fase baru dalam pengelolaan instrumen keuangan berkelanjutan seiring diluncurkannya Indonesia ESG Bond Index oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI). Peluncuran ini menjadi bagian penting dari rangkaian Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 dan ditujukan untuk memberikan acuan bagi investor dalam mengukur serta membandingkan kinerja investasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Kehadiran indeks ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur informasi pasar sekaligus mendorong pengembangan produk investasi yang lebih terarah dan transparan.

Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dukungan PHEI terhadap evolusi pasar modal nasional. Berdasarkan data yang dirilis, indeks baru ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelaku industri akan referensi yang objektif dan konsisten. "Melalui Indonesia ESG Bond Index, PHEI tidak hanya memperluas cakupan indeks obligasi, tetapi juga memperkuat ketersediaan infrastruktur informasi pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri dalam melakukan analisis investasi, mengevaluasi kinerja portofolio, serta mengembangkan produk keuangan berbasis ESG," ujar M. Kadhafi Mukrom, Direktur Utama PHEI, dalam seremoni di Main Hall BEI, Jakarta, pada Jumat (6/11/2026).

Komposisi Dua Indeks Strategis dan Metodologi Perhitungan

Secara teknis, Indonesia ESG Bond Index terdiri dari dua sub-indeks dengan karakteristik dan cakupan spesifik yang dirancang untuk segmen pasar berbeda. Pertama adalah Indonesia ESG Corporate Bond Index yang mengukur kinerja obligasi korporasi berperingkat investment grade yang telah memenuhi kriteria ESG serta kriteria tambahan dari PHEI. Kedua adalah Indonesia Prime ESG Bond Index yang fokus pada obligasi dengan peringkat kredit tertinggi, yaitu AAA, yang juga wajib mematuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan. Kedua indeks ini dihitung dan dipublikasikan secara harian menggunakan data harga dan yield obligasi dengan metodologi perhitungan yang telah terstandarisasi untuk memastikan konsistensi data dari waktu ke waktu.

Perkembangan instrumen keuangan berkelanjutan kini memiliki landasan hukum yang jelas. Peluncuran indeks ini sejalan dengan penguatan aspek keberlanjutan pasar modal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Dengan adanya aturan tersebut, pelaku pasar kini memiliki pedoman yang lebih kokoh dalam menilai kelayakan efek utang dan sukuk dari perspektif ESG, tidak sekadar berdasarkan imbal hasil finansial semata.

Dampak pada Analisis Portofolio dan Diferensiasi Investasi

Kehadiran indeks ini memberikan dampak langsung bagi praktisi keuangan dan investor institusional yang selama ini kesulitan menemukan indikator tunggal untuk membandingkan kinerja obligasi berkelanjutan. Sebelumnya, evaluasi kinerja portofolio ESG sering kali bergantung pada metodologi masing-masing manajemen aset yang kurang terstandar. Kini, dengan adanya indeks acuan resmi, investor dapat melakukan benchmarking yang lebih ketat terhadap kinerja produk mereka dibandingkan dengan pasar obligasi ESG secara keseluruhan.

Lebih lanjut, infrastruktur data yang konsisten ini akan mempercepat penetrasi produk keuangan hijau di Indonesia. "Dengan demikian, indeks dapat memberikan gambaran perkembangan kinerja obligasi berbasis ESG secara konsisten dari waktu ke waktu," lanjut Kadhafi. Hal ini juga membuka peluang bagi manajer investasi untuk merancang produk reksa dana atau portofolio khusus yang mereplikasi indeks tersebut, sehingga memberikan pilihan investasi yang lebih terdiversifikasi dan terukur bagi masyarakat yang peduli terhadap dampak keberlanjutan lingkungan dan sosial.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ