Kepri MoonRun 2026: Strategi Pemprov Kepri Mengawinkan Atraksi Budaya Lokal dengan Sports Tourism di Tanjungpinang
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Berlangsung pada 14 November 2026 , acara ini mengusung tema "Culture Heritage Sport" untuk menawarkan pengalaman unik yang berbeda dari event lari konvensional lainnya di Indonesia.
- Penyelenggaraan tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua yang berkolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan Bank Tabungan Negara (BTN) .
- Selain rute fisik, panitia juga menyuguhkan atraksi seni live di sepanjang jalur, yang menciptakan nuansa festival budaya bagi para pelari.
Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, menegaskan bahwa gelaran Kepri MoonRun 2026 bukan sekadar kompetisi lari malam biasa, melainkan sebuah inisiatif strategis yang memadukan olahraga, wisata, dan kekayaan budaya lokal di Kota Tanjungpinang. Berlangsung pada 14 November 2026, acara ini mengusung tema "Culture Heritage Sport" untuk menawarkan pengalaman unik yang berbeda dari event lari konvensional lainnya di Indonesia.
Penyelenggaraan tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua yang berkolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi karena seluruh kuota pendaftar sebanyak 3.100 orang telah terpenuhi penuh, bahkan dari para pelari yang datang dari wilayah Batam, Tanjungpinang, hingga Pekanbaru, Provinsi Riau.
Integrasi Rute Lari dengan Destunasi Pariwisata Ikonik Tanjungpinang
Dalam memaksimalkan potensi wisata, panitia merancang rute lari yang sengaja melintasi kawasan dengan daya tarik sejarah dan budaya yang kuat. Peserta akan disuguhi panorama kemilau lampu Pulau Penyengat serta melewati landmark penting seperti Gedung Daerah, Gedung Gonggong, Tugu Sirih, Kota Lama Jalan Merdeka, dan Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Selain rute fisik, panitia juga menyuguhkan atraksi seni live di sepanjang jalur, yang menciptakan nuansa festival budaya bagi para pelari.
- Taman Gurindam 12
- Kemilau lampu Pulau Penyengat
- Gedung Daerah dan Gedung Gonggong
- Tugu Sirih dan Kota Lama Jalan Merdeka
- Atraksi seni: Joget Makyong, kompang, dan barongsai
Dampak Strategis: Memfestkan Tanjungpinang sebagai Destinasi Sport Tourism Unggulan
Misni, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menjadikan keberhasilan edisi 2025 sebagai tolok ukur peningkatan kualitas tahun ini. Untuk memastikan kelancaran, pemerintah provinsi telah merencanakan rapat koordinasi lintas instansi guna mematangkan aspek teknis dan pengamanan keamanan acara.
"Perpaduan olahraga, destinasi wisata, dan atraksi budaya diharapkan mampu memberikan pengalaman menarik bagi peserta sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas," ujar Hasan. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi Tanjungpinang secara permanen di dalam kalender event pariwisata nasional, mengubah citra kota dari sekadar transit menjadi magnet utama sport tourism di wilayah timur Indonesia.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Ahmad Doli Bongkar Dugaan Aksi 'Komprador' Internal di Balik Rumor Munaslub Golkar

Indonesia Pingpong League Siapkan Liga Tenis Meja Elite Mulai 2027, Targetkan 10 Klub dan Pemain Asing

Warisan Sastra PDS HB Jassin Resmi Dinobatkan sebagai Memori Dunia Asia-Pasifik
