Kemenekraf Luncurkan IDE-IND di Banten, Targetkan Jenama Lokal Tembus Pasar Nasional
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pasar jenama lokal melalui program IDE-IND.
- Langkah strategis ini bertujuan agar kreator Indonesia tidak hanya bergantung pada pasar daerah, tetapi mampu bersaing di skala nasional bahkan internasional.
- Inisiatif ini menjadi sorotan karena dinilai sebagai katalisator utama dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang selama ini terfragmentasi.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pasar jenama lokal melalui program IDE-IND. Langkah strategis ini bertujuan agar kreator Indonesia tidak hanya bergantung pada pasar daerah, tetapi mampu bersaing di skala nasional bahkan internasional. Inisiatif ini menjadi sorotan karena dinilai sebagai katalisator utama dalam penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang selama ini terfragmentasi.
Program tersebut resmi dibuka di AEON Mall BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, dan berlangsung hingga 8 November 2026. Di balik keramaian pameran, terselip agenda strategis untuk memberdayakan pelaku usaha mikro dan komunitas kreatif agar memiliki daya saing global melalui pendampingan intensif dan konektivitas pasar yang lebih luas.
Dukungan Ekosistem Melalui Kolaborasi Multi-Disiplin
Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, menjelaskan bahwa IDE-IND adalah manifestasi nyata dari upaya kolaborasi empat kedeputian di lingkungan kementerian. Kolaborasi ini dirancang untuk menghadirkan total 14 booth yang menggabungkan program dan jenama unggulan. Yuke menekankan bahwa banyak potensi jenama lokal yang selama ini terjebak di pasar sempit, namun akan memiliki daya ledak luar biasa jika diberikan pendampingan dan fasilitas promosi yang tepat.
Bertempat di Atrium Utama AEON Mall BSD, acara ini menampilkan beragam produk ekonomi kreatif dengan pendekatan yang terstruktur. Rincian aktivitas yang disediakan meliputi:
- Kelas workshop untuk transfer keilmuan dan peningkatan keterampilan teknis.
- Pameran dan penyediaan boks jenama untuk memudahkan aksesibilitas produk.
- Publikasi mendalam dari 21 subsektor ekonomi kreatif di Provinsi Banten.
- Berbagai bentuk aktivasi yang mempertemukan kreator dengan pembeli dan investor potensial.
Efektifitas Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Lebih dari sekadar pameran, Yuke berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih gemar menggunakan produk ekonomi kreatif lokal. Dengan mendorong konsumsi produk dalam negeri, Kemenekraf memproyeksikan penguatan ekonomi kreatif dari akar rumput akan berimbas pada penciptaan lapangan kerja yang masif di daerah.
Menutup keterangannya, Yuke menegaskan bahwa seluruh upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan sektor kreatif sebagai the new engine of growth. "Dengan penguatan ekosistem di daerah dan dukungan masyarakat terhadap produk lokal, kami berharap ekonomi kreatif dapat terus berkembang dan menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada kreator lokal adalah fondasi penting bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Ancaman Ekologis di Aceh Jaya: Gajah Liar 'Jinak' Rusak Rumah Warga, BKSDA Gandeng Provinsi Cari Solusi

UI Ungkap Duka Mendalam atas Wafatnya Mahasiswa S3 LPDP di Keperawatan

Setjen DPD RI Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Kelembagaan Digital
