Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Melemah 1,48 Persen Jelang Akhir Pekan, Bayang-Bayang Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Geopolitik Iran

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: Antara Pasar Modal & Antara News
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

IHSG Melemah 1,48 Persen Jelang Akhir Pekan, Bayang-Bayang Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Geopolitik Iran
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Jumat, terdorong sentimen negatif dari pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.
  • Indeks acuan tersebut dibuka turun 74,43 poin atau 1,48 persen ke posisi 4.955,83 , sementara Indeks LQ45 juga terkoreksi 7,39 poin atau 1,44 persen ke level 506,25.
  • Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar global yang meningkat, khususnya terkait ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat dan dinamika geopolitik di Timur Tengah.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada Jumat, terdorong sentimen negatif dari pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global. Indeks acuan tersebut dibuka turun 74,43 poin atau 1,48 persen ke posisi 4.955,83, sementara Indeks LQ45 juga terkoreksi 7,39 poin atau 1,44 persen ke level 506,25. Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar global yang meningkat, khususnya terkait ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat dan dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi pasar global yang lesu turut menekan sentimen investor domestik. Pada Kamis (5/11/2026), bursa Wall Street kompak melemah signifikan, dengan indeks S&P 500 anjlok 4,36 persen, Nasdaq Composite turun 5,52 persen, dan Dow Jones melemah 3,44 persen. Di kawasan Asia, indeks Nikkei Jepang terpangkas 5,19 persen, sementara Kospi Korea Selatan turun 3,53 persen, menciptakan efek spillover yang menekan performa pasar modal Indonesia.

Dinamika Kebijakan AS dan Ketegangan Geopolitik

Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 75 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan berikutnya. Ekspektasi ini didukung oleh ketahanan sejumlah indikator ekonomi AS, meskipun investor masih menunggu laporan ketenagakerjaan untuk gambaran lebih jelas. Selain itu, kemenangan Partai Demokrat di Senat dan House of Representatives diperkirakan mengubah arah kebijakan AS, termasuk dorongan regulasi ketat terhadap infrastruktur AI.

Faktor geopolitik juga menjadi sorotan utama. Perhatian pasar tertuju pada peluang penyelesaian diplomatik konflik AS-Iran, di mana Teheran tengah meninjau proposal melalui mediator regional. Namun, risiko keamanan pelayaran di Teluk Persia masih tinggi, dengan sedikitnya lima insiden kapal dilaporkan sejak 1 November 2026, yang mengancam jalur perdagangan dan meningkatkan biaya transportasi meski ekspor minyak mulai mendekati level pra-perang.

Fundamental Ekonomi Domestik Tetap Solid

Di dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik. Ekonomi tumbuh 5,47 persen (yoy) pada kuartal III 2026, meningkat dari 5,29 persen pada kuartal sebelumnya. Penopang utama pertumbuhan adalah konsumsi rumah tangga dan investasi yang menyumbang 82,78 persen terhadap PDB. Rinciannya sebagai berikut:

  • Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen (yoy), didorong aktivitas restoran, hotel, dan transportasi.
  • Investasi (PMTB) naik 6,06 persen (yoy), ditopang investasi kendaraan yang melonjak 12,96 persen.
  • Konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen (yoy) berkat belanja ASN dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 4,9-5,7 persen. Untuk menjaga momentum, BI akan memperkuat sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran bersama pemerintah. Liza menyarankan investor tetap berhati-hati dan menunggu konfirmasi sinyal yang jelas, dengan level resistensi terdekat di 5.072-5.143 dan support di 4.824-4.980.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ