IHSG Balik Menguat ke 5.050, Volume Transaksi Capai Rp 9,9 Triliun
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membendung tekanan dan berbalik arah ke zona hijau pada penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026).
- Indeks acuan pasar modal tersebut ditutup di level 5.050,4 , menguat 0,40% dibandingkan hari sebelumnya, setelah sempat dibuka melemah di posisi 4.955,8.
- Pergerakan harian ini menandai pemulihan sentimen pasar di tengah fluktuasi volatilitas yang tinggi, dengan volume transaksi mencapai 47,2 miliar saham dan nilai perdagangan sebesar Rp 9.996 triliun .
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membendung tekanan dan berbalik arah ke zona hijau pada penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026). Indeks acuan pasar modal tersebut ditutup di level 5.050,4, menguat 0,40% dibandingkan hari sebelumnya, setelah sempat dibuka melemah di posisi 4.955,8. Pergerakan harian ini menandai pemulihan sentimen pasar di tengah fluktuasi volatilitas yang tinggi, dengan volume transaksi mencapai 47,2 miliar saham dan nilai perdagangan sebesar Rp 9.996 triliun.
Profil Transaksi dan Pergerakan Harian
Berdasarkan data dari RTI Business, frekuensi perdagangan hari ini mencapai 1.097.538 kali. Meskipun indeks ditutup menguat, komposisi gerakan saham individual menunjukkan dominasi tekanan jual. Tercatat 381 saham melemah, 192 saham menguat, dan 141 saham stagnan. Titik tertinggi indeks mencapai level 5.050,4, sementara titik terendah menyentuh 4.925,1, mengindikasikan adanya upaya akumulasi saat indeks berada di area bawah sebelum mengalami pantulan (rebound).
Tekanan Tren Jangka Menengah
Di balik penguatan harian ini, tren fundamental IHSG masih menghadapi tantangan berat. Secara mingguan, indeks melemah sebesar 0,13%. Tekanan lebih signifikan terlihat pada basis yang lebih panjang, di mana IHSG tercatat anjlok 17,12% secara bulanan, 20,48% secara tiga bulanan, dan 28,93% secara enam bulanan. Data ini mengindikasikan bahwa penguatan hari ini masih merupakan respons jangka pendek di tengah koreksi struktural yang lebih dalam. Investor disarankan tetap mengawasi volatilitas dan arah kebijakan makroekonomi global yang mempengaruhi sentimen pasar di masa mendatang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Penurunan Kelas MSCI: Risiko Arus Modal Keluar Capai Rp108 Triliun bagi Pasar Saham RI

IHSG Rebound ke 5.050,43 di Tengah Pelemahan Bursa Asia, Riset Phintraco Proyeksi Uji Level 5.200

Dedikasi untuk Petani Madura, Khairul Umam Raih Penghargaan Kepemimpinan Lokal di CNN Indonesia Awards 2026
