Hegseth Tak Gentar Hadapkan Upaya Pemakzulan, Yakin Kongres Gagal Setelah Kekalahan Republik
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- "Seorang anggota Kongres yang kecewa dan kalah, bersama seluruh sekutu Demokratnya, telah mengajukan pasal-pasal pemakzulan palsu terhadap saya," tegas Hegseth dalam pernyataan tersebut.
- Namun, posisi Trump sendiri terlihat tegas melindungi menterinya; pada Rabu, Trump menyatakan tidak mempertimbangkan untuk mengganti Hegseth dan memuji kinerjanya secara langsung.
- Meskipun demikian, CBS News melaporkan bahwa Trump sebelumnya telah membahas kemungkinan masa jabatan Hegseth bersama para penasihatnya, seiring dengan hasil pemilu sela yang merugikan kubu Republik.
Washington (ANTARA) - Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa upaya pemakzulan oleh Kongres AS akan gagal, di tengah memanasnya ketegangan politik pasca-pemilu sela. Dalam video yang diunggah di akun X pribadinya pada Kamis, Hegseth menyebut pasal-pasal pemakzulan yang diajukan anggota parlemen sebagai "palsu" dan mengibaratkan upaya tersebut serupa dengan dua kali gugatan terhadap Donald Trump yang berakhir dengan kegagalan. "Seorang anggota Kongres yang kecewa dan kalah, bersama seluruh sekutu Demokratnya, telah mengajukan pasal-pasal pemakzulan palsu terhadap saya," tegas Hegseth dalam pernyataan tersebut.
Ketegangan Politik dan Tekanan dari Partai Republik
Laporan CNN mengutip sumber dari Partai Republik bahwa DPR AS kemungkinan besar akan melakukan pemungutan suara terkait pemakzulan Hegseth paling cepat pada pekan depan. Tekanan ini muncul karena sejumlah anggota Partai Republik menuduh Hegseth telah meyakinkan Presiden Donald Trump untuk melancarkan perang terhadap Iran, sebuah keputusan yang dinilai tidak mencapai tujuan strategis yang diharapkan. Namun, posisi Trump sendiri terlihat tegas melindungi menterinya; pada Rabu, Trump menyatakan tidak mempertimbangkan untuk mengganti Hegseth dan memuji kinerjanya secara langsung. Meskipun demikian, CBS News melaporkan bahwa Trump sebelumnya telah membahas kemungkinan masa jabatan Hegseth bersama para penasihatnya, seiring dengan hasil pemilu sela yang merugikan kubu Republik.
Dampak Pemilu Sela dan Proyeksi Penguasaan Kongres
Konteks politik ini semakin kompleks setelah AS menggelar pemilu sela pada 3 November, yang mencakup pemilihan 35 anggota Senat, seluruh 435 anggota DPR, serta pejabat legislatif dan gubernur di berbagai negara bagian. Berdasarkan estimasi CNN, Partai Demokrat diprediksi akan menguasai mayoritas kursi di DPR. Sementara itu, proyeksi Bloomberg mengindikasikan peluang Demokrat untuk menguasai Senat dengan sedikitnya 51 kursi. Pergeseran kekuasaan legislatif ini diyakini menjadi pemicu utama desakan pemakzulan terhadap kementerian tinggi, yang kini menjadi arena perebutan pengaruh antara dua partai besar di Washington.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Karimun Raih Penghargaan di CNN Indonesia Awards 2026 atas Prestasi Investasi Maritim

Malang Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026: Strategi Wahyu Hidayat Bangun Kota Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Bupati Gumas Teguhkan Komitmen Lima Perusahaan Sawit Penuhi Kebun Plasma, Sanksi Pencabutan Izin Menggantung
