Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ikut Mengajar di Sekolah dalam Peringatan HGN 2026

- Inisiatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para pengambil kebijakan mengenai tantangan nyata di lapangan.
- Menurut Abubakar, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk tokoh daerah dan media, bertujuan untuk mengartikulasikan betapa pentingnya posisi guru bagi masa depan negara.
- Program ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan pemahaman antara pembuat kebijakan dan praktisi pendidikan di akar rumput.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) mengambil langkah tidak biasa dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2026 dengan melibatkan pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ke dalam program Satu Hari Mengajar di sekolah-sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, Abubakar Abdullah, menegaskan bahwa peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum krusial untuk merefleksikan kembali peran vital dan pengabdian guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Inisiatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para pengambil kebijakan mengenai tantangan nyata di lapangan. Menurut Abubakar, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk tokoh daerah dan media, bertujuan untuk mengartikulasikan betapa pentingnya posisi guru bagi masa depan negara. Program ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan pemahaman antara pembuat kebijakan dan praktisi pendidikan di akar rumput.
Keterlibatan Langsung Pejabat Tinggi dan Realitas Guru di Pelosok
Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan melibatkan pejabat setingkat Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Provinsi Samsuddin A. Kadir, Kapolda, Pangdam, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka dijadwalkan turun langsung ke sekolah untuk mengajar selama satu hingga dua jam. Langkah ini merupakan respons terhadap kondisi 6.214 guru yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Malut, yang terus berjuang membangun karakter generasi muda dengan sumber daya yang terbatas.
Dikbud Malut menyoroti kondisi yang memprihatinkan bagi guru di wilayah terpencil. Selain menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan, sebagian guru masih tinggal di rumah yang belum layak huni. Melalui tema "Guru Hebat Indonesia Kuat", pemerintah daerah mendorong gerakan penghormatan terhadap profesi guru yang diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata, termasuk potensi gerakan filantropi dari masyarakat untuk membantu para pendidik di wilayah pelosok.
Penghargaan Khusus untuk Guru di Daerah Terisolir
Selain kegiatan mengajar, peringatan HGN 2026 juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada guru berprestasi pada jenjang SMA, SMK, dan SLB. Ketua Panitia HGN 2026, Ramli Kamaluddin, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan dalam lima kategori utama, yaitu:
- Guru Berprestasi
- Guru Inspiratif
- Guru Kreatif dan Inovatif
- Guru Berdedikasi
- Guru Pengabdi Wilayah Terpencil dan Pelosok
Ramli Kamaluddin memberikan penghormatan khusus kepada kategori terakhir, mengingat dedikasi luar biasa para guru di daerah terisolir. "Mereka harus berjalan kaki berjam-jam, bahkan bertaruh nyawa menyeberangi sungai menggunakan rakit demi sampai di sekolah," ujar Ramli. Momentum HGN 2026 ini diharapkan dapat membangkitkan kepedulian luas dari masyarakat terhadap kondisi para pendidik, khususnya mereka yang bertugas di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Polandia dan AS Tersingkir di MilkLife Superliga Junior, Klub Indonesia Kuasai Jalur Menuju Semifinal

KPK Dalami Alur Suap di Kantor Pertanahan Bogor, Periksa Dua Saksi Kunci

KPK Klarifikasi Status Dirut KAI: Kooperatif Kembalikan Rp2 Miliar, Bukan Tersangka Kasus SPBU Pertamina
