Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gelombang Protes di Kopenhagen: 40.000 Mahasiswa Mogok Kerja Tolak Pemangkasan Tunjangan dan Dialihkan ke Anggaran Pertahanan

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Gelombang Protes di Kopenhagen: 40.000 Mahasiswa Mogok Kerja Tolak Pemangkasan Tunjangan dan Dialihkan ke Anggaran Pertahanan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gerakan protes kaum muda mengguncang ibukota Denmark saat ribuan pelajar berdemo di depan Parlemen Kopenhagen untuk menolak rencana pemerintah memotong tunjangan pendidikan.
  • Aksi ini menjadi puncak dari gelombang keresahan di Eropa yang dipicu oleh alokasi ulang dana negara dari sektor sosial ke pertahanan.
  • Menurut penyelenggara, hingga 13.000 mahasiswa melakukan long march menuju gedung parlemen, sementara asosiasi mahasiswa melaporkan sekitar 40.000 siswa di 57 institusi melakukan mogok kerja serentak.

Gerakan protes kaum muda mengguncang ibukota Denmark saat ribuan pelajar berdemo di depan Parlemen Kopenhagen untuk menolak rencana pemerintah memotong tunjangan pendidikan. Aksi ini menjadi puncak dari gelombang keresahan di Eropa yang dipicu oleh alokasi ulang dana negara dari sektor sosial ke pertahanan. Menurut penyelenggara, hingga 13.000 mahasiswa melakukan long march menuju gedung parlemen, sementara asosiasi mahasiswa melaporkan sekitar 40.000 siswa di 57 institusi melakukan mogok kerja serentak.

Konteks kebijakan ini krusial karena sistem tunjangan mahasiswa di Denmark telah beroperasi sejak tahun 1970, memberikan bantuan otomatis kepada siswa berusia di atas 18 tahun tanpa memandang pendapatan orang tua. Pemerintah kini mengusulkan perubahan aturan yang akan menghilangkan tunjangan bagi mereka yang tinggal bersama orang tua dengan penghasilan tinggi, demi membiayai defisit anggaran pertahanan negara.

Rincian Penghapusan Tunjangan dan Ambang Batas Pendapatan

Rencana pemerintah menetapkan ambang batas yang jelas untuk hak akses dana bantuan pendidikan. Berdasarkan usulan baru, tunjangan akan dihapus bagi mahasiswa yang tinggal bersama orang tua dengan pendapatan di atas 700.000 kroner Denmark (sekitar $105.248 atau Rp1,9 miliar per tahun). Mahasiswa yang tetap berhak menerima bantuan adalah mereka yang tinggal bersama orang tua dengan pendapatan antara 419.589 hingga 700.000 kroner, dengan besaran disesuaikan berdasarkan skala tersebut.

Kementerian Pendidikan Tinggi memperkirakan dampak langsung dari kebijakan ini: sekitar 14.000 mahasiswa akan kehilangan tunjangan sepenuhnya, sementara 8.000 mahasiswa lainnya akan mengalami pengurangan nilai bantuan. Selain itu, pemerintah mengusulkan syarat ketat untuk tunjangan pengangguran, di mana lulusan baru hanya berhak mendapatkannya jika telah bekerja selama 18 bulan dalam kurun waktu 24 bulan terakhir masa studi mereka.

Respons Politik dan Dampak Struktural Bagi Kaum Muda

Respons resmi dari pemerintah disampaikan oleh Martin Lidegaard, Menteri Perindustrian sekaligus pemimpin Partai Sosial Liberal. Ia mengakui bahwa keputusan untuk memangkas tunjangan dan mengalihkannya ke anggaran pertahanan "bukanlah keputusan yang menyenangkan". Pernyataan ini mencerminkan dilema politik yang dihadapi Denmark dalam menyeimbangkan kebutuhan keamanan nasional dengan hak-hak sosial generasi muda.

Protes masif ini menunjukkan resistensi kuat terhadap perubahan paradigma bantuan negara yang telah berjalan beberapa dekade. Dengan seruan "Cukup Sudah" yang digaungkan para demonstran, kaum muda Denmark tidak hanya menolak pemotongan dana individual, tetapi juga mempertanyakan prioritas fiskal pemerintah yang mengorbankan stabilitas pendidikan demi kepentingan strategis pertahanan di tengah situasi Eropa yang semakin tegang.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ