Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gavin Newsom Anulir Hukuman Mati 548 Napi California dalam Langkah Hukum Bersejarah

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Kompas Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Gavin Newsom Anulir Hukuman Mati 548 Napi California dalam Langkah Hukum Bersejarah
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Menjelang berakhirnya masa jabatan, Gubernur California, Gavin Newsom , mengambil keputusan eksekutif monumental dengan membatalkan hukuman mati terhadap 548 terpidana.
  • Anehnya, judul sumber menyebut angka 584, namun narasi detail merujuk pada 548 narapidana yang diubah status hukumannya menjadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
  • Keputusan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi sorotan karena skalanya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Gubernur California, Gavin Newsom, mengambil keputusan eksekutif monumental dengan membatalkan hukuman mati terhadap 548 terpidana. Anehnya, judul sumber menyebut angka 584, namun narasi detail merujuk pada 548 narapidana yang diubah status hukumannya menjadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Dalam surat terbuka yang diterbitkan pada Kamis (5/11), Newsom menegaskan bahwa pembunuhan yang diinisiasi negara tidak sesuai dengan nilai moral California, serta melemahkan fondasi sistem hukum negara bagian tersebut.

Keputusan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi sorotan karena skalanya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut The Death Penalty Information Center, pemberian grasi ini adalah yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Jumlah narapidana penerima ampunan ini bahkan mencapai dua kali lipat dari total pengampunan yang diberikan di seluruh Amerika Serikat selama 50 tahun terakhir.

Landasan Konstitusional dan Kontroversi Hukum

Newsom menegaskan bahwa pemberian grasi hanya kepada sebagian narapidana tertentu akan menciptakan "dua kelas korban berbeda". Namun, langkah ini menghadapi tantangan hukum yang signifikan. Berdasarkan konstitusi California, gubernur tidak berwenang memberikan pengampunan kepada narapidana yang bersalah atas kejahatan berlapis tanpa persetujuan minimal empat hakim Mahkamah Agung negara bagian. Konsekuensinya, pengampunan terhadap individu tertentu dalam paket kali ini harus diuji di pengadilan terlebih dahulu sebelum sepenuhnya berlaku. Penting untuk dicatat bahwa keputusan eksekutif ini tidak membatalkan sistem hukuman mati itu sendiri, sehingga kejaksaan setempat tetap memiliki kewenangan untuk menuntut vonis mati terhadap terdakwa baru.

Respons Publik dan Pergantian Pimpinan California

Pengumuman ini disambut positif oleh koalisi keluarga korban, para jaksa, mantan petugas penjara, pemimpin agama, dan pembela hak asasi manusia. Sebelumnya, pada 2019, Newsom telah menetapkan moratorium eksekusi mati dan membongkar ruang eksekusi di Pusat Rehabilitasi San Quentin. Meskipun demikian, Asosiasi Jaksa Wilayah California menolak keputusan ini, menilai grasi seluas itu melanggar hasil referendum rakyat dan menghambat proses penyelesaian bagi keluarga korban kejahatan. Secara politik, keputusan ini diambil seiring dengan pergantian kepemimpinan; dalam pemilu sela pada 3 November, Xavier Becerra dari Partai Demokrat terpilih sebagai gubernur untuk menggantikan Newsom yang akan pensiun pada 4 Januari 2027.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ