Evakuasi Jenazah Terakhir Korban Heli MI-17V5 Selesai, Tiga Prajurit TNI AD Gugur dalam Misi Karhutla
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian yang intensif, di mana seluruh korban dari insiden tersebut telah berhasil dievakuasi.
- Jenazah ditemukan berkat sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
- Ini merupakan lanjutan dari evakuasi terakhir 3 prajurit TNI AD yang gugur saat operasi karhutla di Kalteng .
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, korban terakhir kecelakaan helikopter MI-17V5 TNI AD, di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Jumat (6/11/2026). Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian yang intensif, di mana seluruh korban dari insiden tersebut telah berhasil dievakuasi. Jenazah ditemukan berkat sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Ini merupakan lanjutan dari evakuasi terakhir 3 prajurit TNI AD yang gugur saat operasi karhutla di Kalteng.
Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah tantangan alam yang berat. Tim gabungan harus membalikkan badan helikopter yang terdampar di dasar sungai menggunakan kapal tugboat agar tim penyelam dapat menjangkau kabin pesawat. Kendala seperti arus deras, air keruh berlumpur, minimnya pencahayaan, serta tumpahan minyak di lokasi menjadi hambatan signifikan yang harus diatasi oleh para penyelam.
Kronologi Kecelakaan dan Misi Pemadaman Karhutla
Kecelakaan bermula pada Rabu (4/11) pukul 09.55 WIB ketika helikopter registrasi HA-5235 lepas landas dari Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang. Misi utama penerbang adalah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Insiden terjadi sekitar pukul 11.18 WIB saat helikopter melakukan pengambilan air untuk operasi water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, yang kemudian menyebabkan pesawat jatuh ke perairan. Proses penarikan jenazah terakhir korban helikopter MI-17V5 di Kalteng menjadi fokus utama tim gabungan sebelum dinyatakan selesai.
Menurut siaran pers TNI AD, tiga prajurit gugur dalam peristiwa tragis ini, yaitu Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Sementara itu, lima kru lainnya dilaporkan selamat, terdiri atas Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda. Segera setelah kejadian, TNI AD mengirimkan personel untuk evakuasi jalur udara guna memastikan pertolongan cepat bagi para korban.
Respons Pimpinan Tinggi dan Proses Pemakaman Militer
Operasi evakuasi dipimpin langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko, serta perwakilan BNPB. Jenazah Sertu Heri Prasetyo dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung dan selanjutnya diantar ke RSUD Kuala Pembuang.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin upacara pemakaman militer Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang, pada Kamis (5/11). Sementara itu, jenazah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. Pemerintah dan TNI AD menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para prajurit yang bertugas demi keselamatan lingkungan dan negara.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Apri Menjejak: Pabrik Kipas Angin di Pasar Kemis Ludes Terbakar, 50 Personel Turun Tangan

Pagar Nusa Soroti Russian Space di Istiqlal: Jembatan Diplomasi Budaya Indonesia-Rusia

Duka Nasional: Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla di Kalteng
