Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kapolri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7 untuk Perketat Pantauan Buronan Internasional

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Kapolri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7 untuk Perketat Pantauan Buronan Internasional
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Polisi Negara Republik Indonesia (Polri) dan Direktorat Jenderal Imigrasi resmi meluncurkan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) guna memperkuat pengawasan buronan internasional.
  • Sistem ini memungkinkan petugas di pintu perlintasan mempercepat verifikasi individu yang terindikasi masuk daftar buronan di 196 negara anggota Interpol .
  • Peluncuran teknologi keamanan terkini tersebut dilakukan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (5/11), sebagai langkah strategis menghadapi kejahatan transnasional yang kian kompleks.

Polisi Negara Republik Indonesia (Polri) dan Direktorat Jenderal Imigrasi resmi meluncurkan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) guna memperkuat pengawasan buronan internasional. Sistem ini memungkinkan petugas di pintu perlintasan mempercepat verifikasi individu yang terindikasi masuk daftar buronan di 196 negara anggota Interpol. Peluncuran teknologi keamanan terkini tersebut dilakukan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (5/11), sebagai langkah strategis menghadapi kejahatan transnasional yang kian kompleks.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyambut baik inisiasi ini. Dia menegaskan bahwa sistem ini akan meningkatkan efektivitas pertukaran informasi, khususnya di wilayah perbatasan, sehingga kolaborasi komunikasi antarinstansi menjadi lebih cepat dan akurat. "Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/11).

Sinergi Teknologi dan Koordinasi Lintas Institusi

Keberadaan I-GHAS 24/7 memfasilitasi keterhubungan langsung petugas imigrasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk keperluan identifikasi dan penanganan buronan maupun pelaku kejahatan lintas negara. Kehadiran teknologi ini dinilai krusial untuk mengantisipasi ancaman sejak pintu masuk Indonesia. Sebagai informasi, peluncuran sistem ini turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divhubinter Polri, Irjen Pol Untung Widyamoko. Hendarsam menjelaskan bahwa kerja sama kedua institusi ini didasarkan pada kesamaan orientasi dalam menjalankan tugas pelayanan dan perlindungan masyarakat. "Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," tegas dia.

  • Penguatan pengawasan buronan internasional melalui sistem terintegrasi.
  • Meningkatkan akurasi dan kecepatan verifikasi di pintu perlintasan.
  • Memperkuat koordinasi antara Polri dan Imigrasi di wilayah perbatasan.

Antisipasi Kejahatan Transnasional dan Rencana Integrasi AI

Kapolri Suyudi Ario Seto menekankan bahwa penguatan pengawasan di perlintasan negara sangat diperlukan untuk menghadapi kompleksitas kejahatan transnasional, di antaranya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan narkotika. "Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," tuturnya. Ke depan, platform I-GHAS 24/7 direncanakan terus dikembangkan melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pemaduan data biometrik pada tahun 2027.

Integrasi data tersebut diarahkan untuk memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan, namun tetap diupayakan berjalan seiring dengan kelancaran pelayanan keimigrasian. "Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat," tutup Hendarsam.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ