Jumat, 6 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

DEN Tekankan Diversifikasi Energi: Target Bauran EBT Capai 72% pada 2060

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Antara News
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

DEN Tekankan Diversifikasi Energi: Target Bauran EBT Capai 72% pada 2060
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan bahwa diversifikasi sumber energi merupakan kunci strategis dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.
  • Pernyataan ini disampaikan oleh anggota DEN, Surono , dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung, Bandarlampung, pada Jumat.
  • Surono menekankan bahwa langkah ini krusial untuk memitigasi risiko ketergantungan pada satu jenis sumber energi serta mengurangi dampak fluktuasi harga energi global yang tidak menentu.

Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan bahwa diversifikasi sumber energi merupakan kunci strategis dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh anggota DEN, Surono, dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung, Bandarlampung, pada Jumat. Surono menekankan bahwa langkah ini krusial untuk memitigasi risiko ketergantungan pada satu jenis sumber energi serta mengurangi dampak fluktuasi harga energi global yang tidak menentu.

Menurut Surono, diversifikasi tidak hanya bertujuan menstabilkan pasokan, tetapi juga mendukung pemanfaatan potensi energi domestik secara maksimal sehingga keandalan sistem energi nasional dapat terjaga. Strategi ini menjadi fondasi bagi transisi energi Indonesia yang terukur dan berkelanjutan, memastikan bahwa kebutuhan energi terpenuhi tanpa terbebani oleh volatilitas pasar internasional.

Proyeksi Penurunan Bauran Batubara dan Dominasi EBT

Surono merinci target ambisius dalam Kebijakan Energi Nasional, di mana bauran energi baru dan terbarukan (EBT) diproyeksikan mencapai kisaran 70-72 persen pada tahun 2060. Angka ini didasarkan pada optimalisasi seluruh potensi energi, termasuk surya, hidro, bioenergi, panas bumi, nuklir, serta energi terbarukan lain seperti pasang surut dan arus laut. Sebaliknya, porsi bauran energi dari batubara diprediksi mengalami penurunan drastis seiring meningkatnya kontribusi EBT.

  • 2030: Bauran batubara sekitar 40,7 persen
  • 2040: Menurun menjadi 28,9 persen
  • 2050: Turun menjadi 19,1 persen
  • 2060: Menurun signifikan menjadi 7,8 persen

Penurunan ini menandakan pergeseran fundamental dalam struktur energi Indonesia, di mana energi fosil akan perlahan digantikan oleh sumber daya yang lebih bersih dan berkelanjutan dalam dua dekade ke depan.

Strategi Mengurangi Ketergantungan Impor Energi

Langkah diversifikasi ini juga menjadi respons terhadap tingginya ketergantungan Indonesia pada impor energi. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, 38,7 persen kebutuhan minyak mentah kilang domestik, 34,2 persen kebutuhan BBM, dan 80,6 persen kebutuhan LPG dipenuhi dari luar negeri. Kondisi ini mendorong perlunya diversifikasi sumber dan jalur impor agar tidak terjebak dalam ketergantungan tunggal.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Surono mengidentifikasi empat langkah prioritas: memperkuat stok operasional LPG dan BBM, mengoptimalkan produksi minyak mentah domestik, mempercepat pembangunan dan pengoperasian cadangan penyangga energi (CPE), serta melakukan diversifikasi jalur impor. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem energi yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi dinamika geopolitik global.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ