BAPPISUS Perintahkan PLN Prioritaskan Realistis Pengembangan Energi, Suroso Tekankan Keandalan Sistem dalam Transisi Energi
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Bertempat di Auditorium PLN Pusat, Jakarta, pada Kamis (5/11), forum ini difokuskan pada penguatan keandalan sistem ketenagalistrikan serta memastikan pelaksanaan kebijakan pemerintah berjalan optimal.
- Aris menegaskan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab pelayanan publik, khususnya penyediaan listrik dengan harga terjangkau, dengan keberlanjutan usaha perusahaan di masa depan.
- Menurut Aris, pengembangan kapasitas ketenagalistrikan dalam beberapa tahun mendatang membutuhkan perencanaan yang sangat matang.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Aris Marsudiyanto memberikan arahan strategis kepada jajaran direksi dan komisaris PT PLN (Persero) untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung program energi nasional. Bertempat di Auditorium PLN Pusat, Jakarta, pada Kamis (5/11), forum ini difokuskan pada penguatan keandalan sistem ketenagalistrikan serta memastikan pelaksanaan kebijakan pemerintah berjalan optimal. Aris menegaskan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab pelayanan publik, khususnya penyediaan listrik dengan harga terjangkau, dengan keberlanjutan usaha perusahaan di masa depan.
Menurut Aris, pengembangan kapasitas ketenagalistrikan dalam beberapa tahun mendatang membutuhkan perencanaan yang sangat matang. Ia meminta agar setiap rencana investasi dan ekspansi memperhitungkan aspek keekonomian, kesiapan pendanaan, ketersediaan sumber energi, serta kemampuan implementasi teknis. Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah target yang ambisius namun tidak realistis, sehingga pembangunan infrastruktur energi tetap dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
Mendorong Kolaborasi Lintas Sektor dan Perencanaan Realistis
Aris mengedepankan prinsip komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam setiap interaksi dengan PLN. Ia mendorong openness jajaran perusahaan untuk melaporkan hambatan operasional maupun kebijakan yang memerlukan dukungan lintas kementerian. "Perencanaan harus disusun secara realistis dan dapat dilaksanakan," tegas Aris. Beliau mengingatkan agar jangan sampai hambatan teknis yang sebenarnya bisa dikoordinasikan justru berlarut-larut dan mengganggu pencapaian target nasional. BAPPISUS siap menjadi fasilitator untuk mengurai persoalan kompleks tersebut melalui mekanisme investigasi dan pengendalian yang terstruktur.
Untuk memastikan eksekusi program yang tepat sasaran, Aris menyoroti pentingnya keterbukaan informasi sebagai kunci utama. "Kita kedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Apabila terdapat persoalan, sampaikan agar dapat dibahas dan dicarikan jalan keluarnya bersama," ujarnya. Langkah ini diharapkan mempercepat respons terhadap tantangan implementasi, memastikan seluruh stakeholders bekerja dalam satu arah yang sama, dan meminimalkan risiko gagal pada proyek-proyek strategis nasional di sektor energi.
Respons PLN: Menjaga Keseimbangan Transisi Energi dan Tarif
Direktur Utama PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menyambut baik arahan tersebut sebagai bentuk dukungan penuh terhadap transformasi bisnis PLN. Suroso menjelaskan bahwa keandalan sistem ketenagalistrikan merupakan prioritas utama, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga keterjangkauan tarif listrik bagi masyarakat. PLN kini sedang dalam masa transisi energi yang menuntut pengelolaan bauran energi yang cermat untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil dan terjangkau. "Kami akan memastikan bahwa transisi menuju energi bersih dilaksanakan dengan mempertimbangkan keseimbangan bauran energi," jelas Suroso. Pernyataan ini menegaskan bahwa upaya menuju kedaulatan energi tidak boleh mengorbankan aspek ekonomi bagi konsumen.
Sebagai penutup, Suroso menyatakan bahwa seluruh elemen PLN Group, mulai dari Dewan Komisaris hingga anak perusahaan, akan bekerja dengan semangat yang sama dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Suroso juga menegaskan kembali kebutuhan akan bimbingan berkelanjutan dari BAPPISUS untuk melakukan perbaikan internal dan mengoptimalkan implementasi arahan Presiden. Sinergi antara pengawasan BAPPISUS dan eksekusi PLN ini diharapkan menjadi pilar penguat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal dan berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Komunikasi Timnas Indonesia dengan Hong Kong Belum Konkret, Sumardji Buka Suara di Tengah Krisis Timur Tengah

Pramono Anung Komitmen Perluas Jangkauan CCTV di Titik Rawan Tawuran dan Narkoba

IPM Jawa Barat 2026 Naik Menjadi 76,62, Seluruh Komponen Pembangunan Manusia Tumbuh Serentak
