Bantah Sitaan KPK: Dirut KAI Bobby Rasyidin Fokuskan Diri pada Inspeksi Keselamatan Jelang Nataru
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Bobby Rasyidin , Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), secara tegas membantah kabar yang menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp2 miliar dari dirinya.
- Bantahan tersebut disampaikan Bobby saat berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang menjelang periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
- Bobby menyatakan bahwa pemberitaan terkait penyitaan tersebut tidak benar dan menegaskan komitmennya dalam memastikan keselamatan perjalanan kereta api.
Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), secara tegas membantah kabar yang menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp2 miliar dari dirinya. Bantahan tersebut disampaikan Bobby saat berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang menjelang periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Bobby menyatakan bahwa pemberitaan terkait penyitaan tersebut tidak benar dan menegaskan komitmennya dalam memastikan keselamatan perjalanan kereta api.
Kunjungan Bobby ke Yogyakarta merupakan bagian dari upaya KAI untuk mewujudkan target zero accident sesuai arahan Presiden. Ia menjelaskan bahwa inspeksi ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur, khususnya di perlintasan sebidang, guna menjamin keamanan penumpang selama masa libur akhir tahun. Bobby menekankan bahwa KAI terus mengupayakan langkah terbaik untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan operasional kereta api.
Klarifikasi Tegas di Tengah Ramainya Sorotan Publik
Menanggapi pemberitaan yang ramai di media, Bobby mengungkapkan rasa sedihnya dan menyatakan bahwa informasi tersebut keliru. "Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar," tegas Bobby di Jakarta, Jumat. Meskipun demikian, Bobby tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai detail klaim tersebut. Ia memilih untuk mengalihkan fokus kepada permohonan doa dan dukungan dari pelanggan serta masyarakat agar perjalanan kereta api selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan aman, selamat, dan lancar.
Kabar yang dibantah Bobby ini sebelumnya dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang membenarkan adanya penyitaan uang senilai Rp2 miliar dari seorang saksi berinisial BR. "Benar, dalam penyidikan perkara itu telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp2 miliar dari salah seorang saksi, saudara BR," kata Budi. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, juga membenarkan tindakan penyitaan tersebut, meskipun ia tidak mengungkapkan jumlah pasti uang yang disita.
Fokus pada Kesiapan Infrastruktur dan Pelayanan Nataru
Di balik kontroversi ini, Bobby mengajak masyarakat untuk menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru dengan memanfaatkan layanan kereta api yang terus ditingkatkan dari sisi keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan. "Saya memohon doa dan dukungan pelanggan KAI serta seluruh masyarakat agar perjalanan kereta api senantiasa selamat, aman, dan lancar. Mari kita sambut libur Nataru dengan perjalanan kereta api yang semakin baik," ujar Bobby. Langkah ini menunjukkan bahwa manajemen KAI tetap berfokus pada operasional dan pelayanan publik di tengah isu hukum yang sedang beredar.
- Lokasi Inspeksi: Wilayah Yogyakarta untuk pengecekan perlintasan sebidang.
- Target Utama: Mewujudkan zero accident dan keselamatan maksimal jelang Nataru 2026-2027.
- Status Hukum: KPK mengonfirmasi penyitaan Rp2 miliar dari saksi berinisial BR terkait kasus digitalisasi SPBU Pertamina 2018-2023.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

KPK Luruskan Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Terjadi Sejak Agustus 2025

KPK: Bobby Rasyidin Kooperatif Kembalikan Rp2 M, Klarifikasi Bukan Terkait Jabatan Dirut KAI

Paviliun Wonderful Indonesia Raih Penghargaan Desain Terbaik di WTM London 2026
