Australia Kerahkan C-130 Hercules untuk Padamkan Karhutla Kaltim: 15 Ribu Liter Air per Sortie
Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

- Australia resmi mengerahkan pesawat angkut C-130 Hercules yang telah dikonfigurasi sebagai Large Air Tanker untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur.
- Pesawat yang dioperasikan oleh New South Wales (NSW) Rural Fire Service ini memiliki kapasitas tangki besar, mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam satu kali penerbangan atau sortie.
- Kehadiran armada udara ini menjadi bagian dari strategi penguatan operasi pemadaman dari udara yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Australia resmi mengerahkan pesawat angkut C-130 Hercules yang telah dikonfigurasi sebagai Large Air Tanker untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Pesawat yang dioperasikan oleh New South Wales (NSW) Rural Fire Service ini memiliki kapasitas tangki besar, mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam satu kali penerbangan atau sortie. Kehadiran armada udara ini menjadi bagian dari strategi penguatan operasi pemadaman dari udara yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa dukungan Australia ini merupakan wujud persahabatan dan kerja sama bilateral dalam penanganan bencana. Operasi pemadaman udara ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, terhitung mulai 6 hingga 12 November 2026. Dengan perkiraan enam sortie per hari, total volume air yang dapat dijatuhkan ke titik api mencapai lebih dari 100.000 liter, memberikan dampak signifikan dalam menekan laju kebakaran di wilayah terdampak.
Mesin Teknologi dan Strategi Pemanduan Presisi
Keberhasilan operasi ini tidak hanya bergantung pada volume air, tetapi juga pada teknologi sistem pelepasan yang canggih. Mengutip laporan ABC, pesawat tanker udara Hercules L100 menggunakan sistem pelepasan yang dikendalikan komputer untuk mengatur laju keluarnya cairan. Teknologi ini memastikan cakupan pemadaman sesuai dengan sasaran, di mana awak pesawat harus memperhitungkan posisi api, arah angin, ketinggian, dan kecepatan pesawat. Selain C-130, Australia juga mengirimkan satu pesawat Cessna Citation sebagai pemandu serta 20 personel ahli, termasuk spesialis pemadaman kebakaran udara, untuk memastikan akurasi penargetan area kebakaran.
Koordinasi antara pesawat pemandu dan tanker udara sangat krusial agar muatan air atau cairan pemadam jatuh tepat di titik yang telah dipetakan. Sistem ini memungkinkan pelepasan muatan baik dalam satu kali pelepasan penuh maupun beberapa bagian, menyesuaikan dengan kondisi medan dan intensitas api yang dihadapi di lapangan.
Tantangan Gambut dan Integrasi Operasi Udara-Darat
Operasi ini menjadi bagian dari upaya besar yang melibatkan total 46 armada udara di 12 wilayah, terdiri dari 28 helikopter water bombing dan 18 unit lainnya untuk patroli serta modifikasi cuaca. Namun, BNPB mencatat adanya tantangan signifikan, terutama dari karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan api di bawah permukaan tanah. Kondisi ini menegaskan bahwa water bombing bukanlah solusi tunggal; air dari udara hanya mampu menekan api di permukaan, sementara titik api tersembunyi di dalam gambut tetap membutuhkan penanganan lanjutan oleh petugas darat.
Oleh karena itu, efektivitas penanganan karhutla sangat bergantung pada strategi terpadu yang mengintegrasikan teknologi pesawat, pemetaan titik api, kondisi cuaca, dan koordinasi tim darat. Dukungan C-130 Australia diharapkan dapat mempercepat distribusi air ke lokasi yang sulit dijangkau, namun pemadaman total tetap memerlukan sinergi seluruh elemen untuk mencegah api kembali menyala.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

WhatsApp Uji Coba Fitur Baca Pesan Tanpa Centang Biru di Android

Milenia di dalam Fosil: Penemuan Sel Darah Dinosaurus Hancurkan Asumsi Lama Paleontologi

UU Satu Data Indonesia Diimplementasikan: Masyarakat Berharap Bebas Dari Birokrasi Dokumen
