Apjatel Soroti Kesenjangan Fiber Optik 28% di Tengah Lonjakan Kebutuhan Infrastruktur AI

- Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia memicu urgensi penguatan infrastruktur digital, khususnya jaringan fiber optik .
- Tanpa fondasi ini, transformasi digital nasional yang ambisius akan terhambat oleh keterbatasan kapasitas jaringan.
- Menurut data Laporan Kinerja Komdigi 2025 , panjang jaringan fiber optik terrestrial di Indonesia telah mencapai 1,02 juta kilometer , sementara jaringan bawah laut tercatat sepanjang 131,2 ribu kilometer .
Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia memicu urgensi penguatan infrastruktur digital, khususnya jaringan fiber optik. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) melalui Ketua Umumnya, Jerri Siregar, menegaskan bahwa konektivitas andal dan berkapasitas besar menjadi fondasi krusial bagi operasional pusat data, komputasi awan, hingga aplikasi berbasis AI. Tanpa fondasi ini, transformasi digital nasional yang ambisius akan terhambat oleh keterbatasan kapasitas jaringan.
Menurut data Laporan Kinerja Komdigi 2025, panjang jaringan fiber optik terrestrial di Indonesia telah mencapai 1,02 juta kilometer, sementara jaringan bawah laut tercatat sepanjang 131,2 ribu kilometer. Namun, capaian ini belum merata secara geografis. Jangkauan fiber optik terrestrial baru menyentuh 5.253 dari 7.285 kecamatan atau sekitar 72,11%. Angka ini mengindikasikan masih adanya kesenjangan konektivitas antardaerah yang perlu segera diatasi agar seluruh wilayah dapat menikmati akses internet berkecepatan tinggi yang setara.
Strategi Penataan dan Integrasi Infrastruktur
Di samping perluasan jangkauan, Apjatel menyoroti pentingnya penataan jaringan fiber optik yang terpasang di berbagai wilayah. Tujuannya agar pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga memperhatikan keselamatan, estetika kota, dan keandalan layanan. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah transisi bertahap dari jaringan kabel udara menuju kabel tanam bersama. Pendekatan ini menuntut koordinasi intensif antara penyelenggara jaringan, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk menghindari duplikasi pekerjaan dan meningkatkan efisiensi.
Berdasarkan data program Apjatel di wilayah Jabodetabek, Serang, dan Banten periode 2021-2026, progres penataan jaringan menunjukkan hasil signifikan. Rincian capaian penataan tersebut meliputi:
- Total lokasi penataan: 363 lokasi dengan panjang 604,771 kilometer.
- Lokasi yang telah selesai: 281 lokasi sepanjang 403,218 kilometer.
- Lokasi dalam pengerjaan: 82 lokasi sepanjang 201,553 kilometer.
Apjatel menekankan bahwa penataan jaringan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh masing-masing penyelenggara. Diperlukan integrasi program pembangunan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama yang berkaitan dengan pekerjaan jalan, trotoar, jembatan penyeberangan, dan drainase. Koordinasi sejak tahap perencanaan hingga pemantauan lapangan diharapkan dapat meminimalisir pekerjaan berulang dan mempercepat realisasi infrastruktur yang rapi.
Komitmen Kolaborasi Menuju Kedaulatan Digital
Isu kesiapan industri menghadapi era AI juga menjadi agenda utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apjatel 2026. Jerri Siregar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. Ia menyatakan, "Kami ingin mendorong industri untuk tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga memperkuat kerja sama dan mempercepat pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. Apjatel berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi bagi para penyelenggara jaringan telekomunikasi dan pemangku kepentingan terkait." Dengan sinergi yang kuat, industri telekomunikasi diharapkan mampu mendukung kedaulatan digital nasional di tengah dinamika teknologi global.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

WhatsApp Uji Coba Fitur Baca Pesan Tanpa Centang Biru di Android

Milenia di dalam Fosil: Penemuan Sel Darah Dinosaurus Hancurkan Asumsi Lama Paleontologi

UU Satu Data Indonesia Diimplementasikan: Masyarakat Berharap Bebas Dari Birokrasi Dokumen
