WHO Proyeksi 6 Langkah Strategis Cegah 1,6 Juta Kematian dan Genggam Manfaat Ekonomi 3,9 Triliun Dolar

- Laporan tersebut menekankan efisiensi investasi yang luar biasa, di mana setiap satu dolar yang diinvestasikan pada lima dari keenam langkah itu dapat menghasilkan manfaat sekitar 24 dolar.
- Efisiensi ini menjadi argumentasi kuat mengapa negara-negara, khususnya yang berpenghasilan rendah dan menengah, diprediksi akan memperoleh manfaat terbesar dari implementasi langkah-langkah ini.
- Hal ini menunjukkan urgensi integrasi kebijakan kesehatan dan lingkungan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa perluasan enam langkah strategis di bidang kesehatan masyarakat, layanan esensial, dan perlindungan lingkungan memiliki potensi besar untuk mencegah 1,6 juta kematian setiap tahun secara global. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan terbaru yang dirilis menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP31) di Antalya, Turkiye, dengan proyeksi manfaat ekonomi tahunan sebesar 3,9 triliun dolar dan keuntungan fiskal tambahan 5,4 triliun dolar jika intervensi tersebut diterapkan secara luas.
Laporan tersebut menekankan efisiensi investasi yang luar biasa, di mana setiap satu dolar yang diinvestasikan pada lima dari keenam langkah itu dapat menghasilkan manfaat sekitar 24 dolar. Salah satu komponen yang paling menarik adalah sistem peringatan dini terkait dampak suhu panas ekstrem terhadap kesehatan, yang diproyeksikan memberikan imbal hasil fantastis hingga 835 dolar untuk setiap satu dolar yang diinvestasikan. Efisiensi ini menjadi argumentasi kuat mengapa negara-negara, khususnya yang berpenghasilan rendah dan menengah, diprediksi akan memperoleh manfaat terbesar dari implementasi langkah-langkah ini. Sebagai contoh dampak nyata dari gangguan kesehatan akibat perubahan lingkungan di Indonesia, Kemenkes mencatat lonjakan kasus ISPA di tujuh provinsi sebagai akibat dari kebakaran hutan dan lahan, di mana kelompok lansia dan balita menjadi yang paling rentan. Hal ini menunjukkan urgensi integrasi kebijakan kesehatan dan lingkungan.
Strategi Intervensi dan Efisiensi Fiskal
Intervensi yang diusulkan mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari penguatan sistem peringatan dini untuk suhu panas ekstrem, peningkatan akses terhadap air minum yang aman, hingga fasilitas sanitasi dan kebersihan serta energi rumah tangga yang lebih bersih. Komponen krusial lainnya adalah reformasi penetapan harga bahan bakar fosil, termasuk penghapusan subsidi yang tidak efisien. Langkah ini dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menghasilkan keuntungan ekonomi dan fiskal terbesar dari seluruh rangkaian intervensi. Dalam konteks ini, upaya lokal seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah untuk mengurangi limbah dapat mendukung tujuan sanitasi, sebagaimana dilaporkan dalam inisiatif gerak pilah-olah sampah anorganik oleh siswi SMAN 37 Jakarta.
Secara total, penerapan keenam langkah ini diharapkan dapat mencegah emisi karbon dioksida sebanyak 16,7 miliar ton dan menghindari 1,2 juta kematian per tahun khusus dari reformasi harga bahan bakar fosil. "Krisis iklim adalah krisis kesehatan, namun sebagian besar dampak buruk yang ditimbulkannya dapat dicegah dengan perangkat yang sudah kita miliki saat ini," tegas Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam laporan tersebut. Poin-poin utama intervensi meliputi:
- Sistem peringatan dini untuk suhu panas ekstrem.
- Peningkatan akses air minum aman dan sanitasi.
- Transisi ke energi rumah tangga yang lebih bersih.
- Reformasi harga bahan bakar fosil dan penghapusan subsidi tidak efisien.
Dampak Global dan Dorongan Investasi
WHO mendesak pemerintah di berbagai negara untuk meningkatkan investasi pada intervensi-interensinya tersebut, mengingat potensi penghematan fiskal yang signifikan. Dengan latar belakang COP31 yang segera dimulai, laporan ini menyajikan data konkret bahwa perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan saling melengkapi dalam menciptakan ketahanan ekonomi jangka panjang.
Bagi negara-negara berkembang, langkah-langkah ini menawarkan jalan keluar ganda: memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pencegahan penyakit terkait iklim sekaligus membangun stabilitas fiskal melalui pengurangan beban subsidi energi kotor. Dengan imbal hasil investasi yang tinggi hingga ratusan dolar per dolar yang diinvestasikan, tekanan pada pemerintah untuk segera mengadopsi kebijakan ini semakin kuat demi menyelamatkan nyawa dan aset ekonomi global.
BERITA TERKAIT (Kesehatan)

BPOM Luncurkan Mekanisme Persetujuan Bersyarat untuk Percepat Akses Vaksin dan Obat Inovatif

Ilusi Rasionalitas: Daniel Marston Ungkap Keterkaitan Nilai Diri dalam Menangani Realitas

Pukul 10 Malam Dinilai Jadi Titik Ideal Tidur untuk Mitigasi Risiko Kardiovaskular
