Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Sudinhub Jaksel Pasangi Patroli Gabungan saat JLNT Antasari D Tutup, Warga Cemas Portal Diterobos

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Sudinhub Jaksel Pasangi Patroli Gabungan saat JLNT Antasari D Tutup, Warga Cemas Portal Diterobos
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Langkah ini diambil untuk memastikan akses terputus total selama jam operasional tersebut, sekaligus mencegah gangguan keamanan di sepanjang jalur cepat yang membentang dari Kebayoran Baru hingga Cilandak.
  • Secara spesifik, pengendalian arus dilakukan oleh Unit Lantas Kebayoran Baru di sisi utara dan Unit Lantas Cilandak di sisi selatan, dengan dukungan monitoring kewilayahan oleh unsur terkait lainnya.
  • Keputusan ini diambil murni karena kendala fisik di lapangan.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan (Sudinhub Jaksel) mengerahkan petugas gabungan untuk melakukan patroli keliling guna memonitoring penutupan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari setiap pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Langkah ini diambil untuk memastikan akses terputus total selama jam operasional tersebut, sekaligus mencegah gangguan keamanan di sepanjang jalur cepat yang membentang dari Kebayoran Baru hingga Cilandak.

Kepala Sudinhub Jaksel, Bernad Octavianus Pasaribu, menjelaskan bahwa mekanisme penutupan dan pembukaan kembali jalan layang tersebut sepenuhnya ditangani oleh Petugas Piket dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Selatan. Secara spesifik, pengendalian arus dilakukan oleh Unit Lantas Kebayoran Baru di sisi utara dan Unit Lantas Cilandak di sisi selatan, dengan dukungan monitoring kewilayahan oleh unsur terkait lainnya.

Sinergi Patroli dan Keterbatasan Lahan

Menanggapi kebutuhan pengawasan yang ketat, Bernad menegaskan bahwa pengawasan dilakukan melalui patroli mobile atau keliling, bukan dengan mendirikan pos pantau statis di lokasi. Keputusan ini diambil murni karena kendala fisik di lapangan. "Tidak ada pos pantau yang dibangun khusus untuk penutupan JLNT Antasari, mengingat keterbatasan space (ruang) lahan," ujar Bernad saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Untuk menjamin efektivitas penutupan, Sudinhub Jaksel mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam mendukung kebijakan ini. Dukungan warga krusial untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama, baik di area JLNT Antasari maupun di jalur bawah. Patuhi ketentuan waktu penutupan adalah bentuk kontribusi kolektif untuk menjaga kelancaran lalu lintas:

  • Waktu Penutupan: Setiap pukul 00.00โ€“04.00 WIB.
  • Pemilik Akses: Petugas Piket Satlantas Polres Metro Jaksel (Unit Kebayoran Baru & Cilandak).
  • Metode Pengawasan: Patroli keliling oleh petugas gabungan tanpa pos pantau tetap.
  • Kewajiban Warga: Menjaga ketertiban dan tidak menerobos area penutupan.

Respons Warga dan Kekhawatiran Balap Liar

Sebelumnya, rencana Pemprov DKI Jakarta menutup akses JLNT Antasari pada akhir pekan sudah mendapat dukungan luas dari masyarakat. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis dan tepat untuk memotong akses jalur favorit para pelaku balap liar yang mengancam keselamatan pengguna jalan umum. Namun, di balik dukungannya, warga menyuarakan satu kekhawatiran utama: efektivitas barrier fisik.

Warga mengingatkan bahwa ketergantungan hanya pada portal penutup belum cukup untuk menjamin keamanan. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa pelaku balap liar sering kali masih mampu menerobos portal jika tidak diawasi secara langsung. Oleh karena itu, kehadiran pengawasan fisik di lapangan, seperti patroli yang digagas Sudinhub Jaksel ini, dianggap sebagai pelengkap krusial. Tanpa pengawasan ketat, risiko jalan layang kembali disalahgunakan sebagai arena adu kecepatan masih sangat terbuka, yang dapat memicu kecelakaan fatal bagi pengguna jalan dan pelaku balap sendiri.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ