Bulog Sorong Gelembungkan Stok 2.600 Ton Beras Jelang Nataran, HET Dipatok Rp13.500 per Kg

- Komando Perum Bulog Cabang Sorong di Papua Barat Daya kini memperketat pengawasan distribusi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui inspeksi mendadak ke para mitra.
- Langkah strategis ini diambil dengan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan serta pemerintah daerah setempat.
- Fokus inspeksi menargetkan pasar-pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi binaan Bulog.
Komando Perum Bulog Cabang Sorong di Papua Barat Daya kini memperketat pengawasan distribusi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui inspeksi mendadak ke para mitra. Kepala Bulog Sorong, Sigit Baskoro, menyatakan bahwa mekanisme ini bertujuan memastikan penjualan beras tetap adherens terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp13.500 per kilogram atau setara Rp67.500 per kemasan 5 kg.
Langkah strategis ini diambil dengan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan serta pemerintah daerah setempat. Fokus inspeksi menargetkan pasar-pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi binaan Bulog. Hingga saat ini, terdapat 209 mitra penyalur yang tersebar di dalam dan luar pasar, di mana setiap mitra mengambil jatah beras berkisar antara satu hingga dua ton per transaksi untuk menjaga ketersediaan pangan di lini distribusi.
Reinforcement Stok Strategis Menghadapi Lonjakan Permintaan Nataran
Menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, Bulog Sorong agresif menjaga cadangan stok. Sigit merinci bahwa gudang saat ini menampung 2.600 ton beras dan 444.000 liter minyak goreng. Angka ini diproyeksikan terus bertambah seiring pengiriman pasokan reguler dari Jakarta setiap bulan. โStok beras sudah kurang lebih 2.600 ton dan minyak goreng sekitar 444.000 liter. Itu akan terus bertambah setiap bulan karena pengiriman dari Jakarta terus kami lakukan,โ ujar Sigit. Ia menjamin ketersediaan kedua komoditas tersebut mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan.
Intervensi Pasar sebagai Perisai Anti-Inflasi Regional
Meskipun mengakui potensi fluktuasi harga di pasar bebas, Bulog berupaya menekan lonjakan harga melalui intervensi langsung dengan penyediaan beras SPHP. Sigit menegaskan bahwa penyaluran beras ini menjadi instrumen krusial untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayah Papua Barat Daya. Dengan pengawalan ketat terhadap 209 mitra tersebut, Bulog memastikan rantai pasok tetap stabil dan harga tetap terjangkau bagi konsumen di wilayah Sorong.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Universitas Ciputra Jadi Tuan Rumah ICOEN XIII 2026, 197 Peneliti Dorong Wirausaha Berkelanjutan

Ancaman Bom di Udara: Pesawat Aer Lingus Tujuan Roma Dialihkan ke Normandia, Prancis

KONI Jambi Targetkan Emas PON 2028, Pengprov TI Baru Fokus Perkuat Fondasi Atlet & Pelatih
