Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Polisi Olah TKP Ledakan Gas Duri Kepa: 12 Warga Terluka, 10 Rumah Rusak Parah

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Metro
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polisi Olah TKP Ledakan Gas Duri Kepa: 12 Warga Terluka, 10 Rumah Rusak Parah
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas insiden ledakan tabung gas yang mengguncang kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat , pada Kamis pagi.
  • Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Sobari , membenarkan bahwa timnya telah mendatangi lokasi untuk mengumpulkan alat bukti.
  • Namun, proses penyelidikan masih menghadapi kendala karena saksi-saksi utama belum dapat dimintai keterangan.

Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas insiden ledakan tabung gas yang mengguncang kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.21 WIB ini menyebabkan total 12 orang terluka, dengan rincian lima korban mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan, serta mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah permukiman warga.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Sobari, membenarkan bahwa timnya telah mendatangi lokasi untuk mengumpulkan alat bukti. Namun, proses penyelidikan masih menghadapi kendala karena saksi-saksi utama belum dapat dimintai keterangan. "Belum (diperiksa), saksinya masih di rumah sakit. Nanti akan kita sampaikan lagi perkembangannya," ujar Sobari kepada ANTARA. Hingga Kamis siang, garis polisi terpasang di sekitar lokasi, menandai bahwa proses forensik masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.

Kronologi Kerusakan dan Data Korban

Dari pantauan di lokasi, dampak ledakan sangat masif. Lurah Duri Kepa, Arie Lystha, menjelaskan bahwa total 10 rumah terdampak kerusakan, dengan tiga di antaranya mengalami rusak parah. Dinding dan tiang penyangga rumah dilaporkan roboh akibat hantaman ledakan. Terkait korban, Arie merinci bahwa dari 29 jiwa yang terdampak (meliputi 13 Kepala Keluarga), lima orang dengan luka bakar berat dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sementara tujuh korban dengan luka ringan ditangani di tempat.

"Yang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu ada empat orang, ditambah satu orang, totalnya jadi ada lima orang. Yang luka bakar ringan itu ada tujuh orang," kata Arie. Kondisi ini menunjukkan tingkat keparahan insiden yang memerlukan penanganan medis segera bagi para korban, terutama mereka yang mengalami luka bakar serius.

Respons Cepat dan Penanganan Kemanusiaan

Menyikapi situasi darurat ini, pihak kelurahan berkoordinasi dengan BPBD DKI Jakarta dan instansi terkait untuk menyalurkan bantuan logistik dalam satu minggu ke depan. Bantuan awal berupa beras dan minyak telah dikirimkan oleh Dinsos dan BPBD, sementara Dinas Sosial sedang memproses pengajuan bantuan kompor dan peralatan masak. Karena rumah-rumah korban belum layak huni, seluruh penghuni terpaksa diungsikan sementara.

Bagi korban anak-anak, penanganan khusus dilakukan melalui koordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan RPTRA untuk memberikan pendampingan psikologis dan fisik. "Untuk anak-anaknya tentu ada pendampingan dari RPTRA. Kemudian saya juga minta pendampingan dari bidang penanganan anak-anak dari PMI," pungkas Arie. Langkah ini bertujuan memastikan pemulihan total bagi para korban, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara emosional pasca-tragedi.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ