Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Lippo Karawaci Raih Laba Rp1,24 Triliun, Pra-Penjualan Capi 91% Target Tahunan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: Detik Bursa & Emas
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Lippo Karawaci Raih Laba Rp1,24 Triliun, Pra-Penjualan Capi 91% Target Tahunan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pencapaian ini didorong oleh lonjakan pra penjualan yang mencapai Rp 5,49 triliun , atau setara dengan 91% dari target tahunan perseroan.
  • Di samping laba bersih, LPKR mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 5,37 triliun dan EBITDA mencapai Rp 1,11 triliun pada periode yang berakhir 30 September 2026.
  • Posisi kas perusahaan juga tetap kuat dengan saldo kas sebesar Rp 1,37 triliun.

Perseroan emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan kinerja keuangan yang solid pada sembilan bulan pertama tahun 2026, dengan merealisasikan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 1,24 triliun. Pencapaian ini didorong oleh lonjakan pra penjualan yang mencapai Rp 5,49 triliun, atau setara dengan 91% dari target tahunan perseroan. CEO Lippo Karawaci, John Riady, menyatakan bahwa capaian signifikan ini ditopang oleh permintaan yang berkelanjutan terhadap hunian tapak, khususnya pada segmen terjangkau dan menengah di berbagai kota mandiri utama.

Di samping laba bersih, LPKR mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 5,37 triliun dan EBITDA mencapai Rp 1,11 triliun pada periode yang berakhir 30 September 2026. Posisi kas perusahaan juga tetap kuat dengan saldo kas sebesar Rp 1,37 triliun. John Riady menyambut baik momentum pertumbuhan bisnis properti ini, menegaskan bahwa fokus strategi perusahaan tetap tertuju pada segmen yang menjadi landasan permintaan terbesar saat ini.

Didorong Hunian Terjangkau dan Rilis Produk Baru

Secara rinci, segmen hunian tapak berkontribusi sebesar 75% dari total pra penjualan. Kontribusi ini mencerminkan tingginya minat dari pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan konsumen yang membeli rumah untuk ditempati sendiri (end-users). Pendorong utama capaian ini adalah peluncuran proyek baru Hunian Warisan Bangsa Serang. Produk yang terdiri dari delapan tipe dengan kisaran harga Rp 101 juta hingga Rp 262 juta ini berhasil menarik minat kuat dari pasar hunian terjangkau. Menariknya, pada periode tersebut, sebanyak 71% penjualan dibiayai melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang menegaskan kuatnya permintaan riil dari konsumen end-user.

  • Pra Penjualan Hunian Tapak: Rp 3,24 triliun
  • Penjualan Unit Komersial: Rp 755 miliar
  • Persediaan High-rise & Kavling Tanah: Rp 83 miliar
  • Kavling Pemakaman San Diego Hills: Rp 107 miliar

Eksistensi di Segmen Gaya Hidup

Di luar segmen properti, kinerja segmen gaya hidup LPKR juga menunjukkan dinamika tersendiri dengan mencatat pendapatan Rp 922 miliar dan laba bersih Rp 220 miliar. Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel relatif stabil di angka Rp 641 ribu, meskipun tingkat okupansi turun menjadi 58% dari 60%. Namun, sektor ritel mencatatkan momentum pemulihan yang terjaga, ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan sebesar 1% secara tahunan menjadi rata-rata 11,2 juta kunjungan per bulan. John Riady menambahkan, ke depan perusahaan akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek kota mandiri sembari menjaga disiplin dalam alokasi modal dan pengelolaan operasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ