Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Jaecoo Bantah Dugaan Cacat Produksi J5 EV: Roda Lepas Akibat Benturan Trotoar

OtomotifSiska AmeliaSiska AmeliaSumber: Antara News & Detik Oto
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Jaecoo Bantah Dugaan Cacat Produksi J5 EV: Roda Lepas Akibat Benturan Trotoar
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Jaecoo Indonesia secara tegas membantah dugaan cacat produksi pada mobil listrik Jaecoo J5 EV yang viral setelah mengalami kecelakaan di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, pada 4 November 2026.
  • Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis resmi, perusahaan menyatakan tidak ditemukan indikasi bahwa komponen kendaraan mengalami kegagalan manufaktur yang menyebabkan roda depan kanan terlepas.
  • Kesimpulan ini menjadi krusial mengingat insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran publik terkait standar keselamatan kendaraan listrik asal Tiongkok di Indonesia.

Jaecoo Indonesia secara tegas membantah dugaan cacat produksi pada mobil listrik Jaecoo J5 EV yang viral setelah mengalami kecelakaan di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, pada 4 November 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis resmi, perusahaan menyatakan tidak ditemukan indikasi bahwa komponen kendaraan mengalami kegagalan manufaktur yang menyebabkan roda depan kanan terlepas. Kesimpulan ini menjadi krusial mengingat insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran publik terkait standar keselamatan kendaraan listrik asal Tiongkok di Indonesia.

Peristiwa ini pertama kali menarik perhatian masyarakat setelah video kondisi kendaraan beredar luas di media sosial pada Rabu (4/11). Dalam rekaman tersebut, terlihat SUV listrik itu mengalami kerusakan serius pada bagian roda kanan depan, lengkap dengan komponen bemper yang tergeletak di jalan. Situasi ini memicu spekulasi mengenai kualitas komponen as roda, terutama setelah insiden serupa yang dialami oleh model saudaranya, Omoda 5, di Malaysia pada tahun 2024 lalu yang sempat menyebabkan penghentian sementara pendaftaran baru kendaraan tersebut.

Rekonstruksi Teknis: Benturan sebagai Pemicu Utama

Jaecoo Indonesia menjelaskan kronologi kejadian secara rinci melalui keterangan resminya. Tim teknis perusahaan menemukan bahwa kendaraan terlebih dahulu mengalami benturan fisik dengan trotoar dan pagar pembatas jalan sebelum roda depan terlepas. "Kendaraan mengalami benturan dengan trotoar dan pagar pembatas jalan sebelum roda depan terlepas. Terlepasnya roda tersebut merupakan akibat dari benturan, bukan penyebab terjadinya insiden," bunyi pernyataan resmi perusahaan. Rangkaian kerusakan yang teridentifikasi meliputi bumper depan kanan, fender depan kanan, dan pintu depan kanan, yang semuanya selaras dengan keterangan yang diberikan oleh pemilik kendaraan.

Di samping itu, perusahaan juga meluruskan informasi yang keliru dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya. Jaecoo menegaskan bahwa komponen yang terlepas adalah roda depan, bukan roda belakang sebagaimana sempat diberitakan. Klarifikasi ini penting untuk menjaga akurasi data teknis di mata publik dan mencegah misinformasi yang dapat mendiskreditkan reputasi produk secara tidak adil.

Respons Purnajual dan Posisi Pasar J5 EV

Saat ini, kendaraan tersebut sedang dalam proses perbaikan oleh tim Aftersales Jaecoo Indonesia. Perusahaan menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan pemilik kendaraan untuk memberikan dukungan layanan purnajual, termasuk memprioritaskan ketersediaan suku cadang agar perbaikan dapat berjalan lancar. "Keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas kami. Jaecoo Indonesia berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan telah terverifikasi dalam menanggapi pertanyaan terkait insiden ini," ujar perwakilan perusahaan.

Insiden ini terjadi di tengah performa penjualan yang solid untuk model tersebut. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jaecoo J5 EV merupakan salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia dengan distribusi wholesales mencapai 26.635 unit sepanjang Januari-September 2026. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap merek tersebut masih tinggi, meskipun harus menghadapi tantangan persepsi publik akibat insiden kecelakaan yang sempat menjadi sorotan media sosial.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ