Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Istana Anggap Penyadapan Negara Berpotensi Makar, Prabowo Resmi Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan KSP

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Istana Anggap Penyadapan Negara Berpotensi Makar, Prabowo Resmi Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan KSP
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam merespons dinamika keamanan nasional yang meningkat pada Rabu (4/11).
  • Pemerintah resmi memberhentikan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas.
  • Keputusan pembebasan Listyo Sigit Prabowo dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang diambil di pagi hari.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam merespons dinamika keamanan nasional yang meningkat pada Rabu (4/11). Pemerintah resmi memberhentikan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas. Simultaneously, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa dugaan kasus penyadapan Presiden dan pejabat negara berpotensi mengarah pada perbuatan makar, menandai eskalasi serius dalam penanganan hukum keamanan negara.

Keputusan pembebasan Listyo Sigit Prabowo dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang diambil di pagi hari. Langkah ini diambil di tengah ketegangan yang melibatkan dugaan akses ilegal terhadap sistem elektronik negara. Pemerintah melalui kementerian terkait mulai mengonsolidasikan ulang struktur kepemimpinan di tingkat eksekutif tertinggi guna memastikan keamanan institusi tetap terjaga di tengah isu keamanan siber dan politik yang berkembang.

Isu Penyadapan Ilegal dan Tanggapan Hukum

Prasetyo Hadi, yang mengonfirmasi keputusannya di Istana Kepresidenan, menegaskan bahwa tindakan penghapusan bukti elektronik serta akses ilegal tersebut dinilai sudah masuk kategori berat. "Kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori, bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar," ujar Prasetyo. Sementara itu, Partai Gerindra melalui Sekretaris Jenderal Sugiono menyatakan sikap untuk menghormati proses penegakan hukum yang sedang berjalan. "Kita tentu menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum yang berlaku," kata Sugiono, menunjukkan dukungan koalisi pemerintah terhadap Bareskrim Polri.

Respon hukum ini sejalan dengan gerakan militer yang juga terjadi secara paralel. Tensi di ibukota semakin tinggi dengan pengerahan personel besar-besaran, menciptakan atmosfer keamanan yang ketat di wilayah Jakarta menjelang atau saat terjadinya provokasi keamanan negara.

Gebrakan Pasukan dan Reorganisasi Kepemimpinan

Ketegangan ini juga tercermin dari kesiapan aparat keamanan. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Tunggul, membenarkan penggerakkan personel dalam jumlah besar ke Jakarta. "Kami sampaikan bahwa informasi tentang pengerahan personel TNI AL itu benar," kata Tunggul. Ia menjelaskan langkah tersebut murni bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara. Senada dengan TNI AL, Brigjen TNI Donny Pramono dari TNI AD menyatakan bahwa pergerakan prajurit ke DKI Jakarta adalah untuk menjaga keamanan wilayah dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

Gelombang reorganisasi dan kesiapan militer ini menandai fase baru dalam strategi keamanan negara. Dengan pergantian kepemimpinan KSP ke figures seperti Ariyo Windutomo dan kehadiran pasukan di ibukota, pemerintah menunjukkan komitmen untuk menstabilkan situasi. Seluruh tahapan ini menjadi respons koordinatif terhadap potensi ancaman makar serta gangguan keamanan siber yang dinilai serius oleh otoritas tertinggi negara.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ