Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Investor Pasar Modal RI Tembus 33,55 Juta, Tumbuh 64,75% di Tengah Tekanan IHSG

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: Detik Bursa & Emas
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Investor Pasar Modal RI Tembus 33,55 Juta, Tumbuh 64,75% di Tengah Tekanan IHSG
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ekosistem pasar modal Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan dengan jumlah investor yang menembus 33,55 juta pada Oktober 2026.
  • Angka ini menegaskan momentum pertumbuhan partisipasi investor ritel yang terus melaju kencang.
  • Data tersebut diungkap oleh Hasan Fawzi , Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, dalam konferensi pers RDK Bulanan OJK pada Kamis (5/11/2026).

Ekosistem pasar modal Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan dengan jumlah investor yang menembus 33,55 juta pada Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan penambahan sebanyak 1,38 juta investor baru hanya dalam satu bulan, menunjukkan ketertarikan publik yang tinggi terhadap instrumen investasi domestik meskipun kondisi pasar sedang fluktuatif. Angka ini menegaskan momentum pertumbuhan partisipasi investor ritel yang terus melaju kencang.

Data tersebut diungkap oleh Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, dalam konferensi pers RDK Bulanan OJK pada Kamis (5/11/2026). Menurut Hasan, pertumbuhan jumlah investor ini sangat impresif, tercatat tumbuh 64,75% sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD). Tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa edukasi pasar keuangan telah berhasil menjangkau lapisan masyarakat lebih luas.

Dinamika Pasar di Tengah Tekanan Reklasifikasi MSCI

Pertumbuhan jumlah investor ini terjadi di tengah tekanan berat pada pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IH SG) tercatat terkoreksi 16,7% secara bulan ke bulan (MtM) pada Oktober 2026, dengan posisi akhir di level 5.057,05 per akhir Oktober. Hasan menjelaskan bahwa dinamika pasar ini turut dipengaruhi oleh pengumuman MSCI terkait usulan konsultasi reklasifikasi status Indonesia, serta aktivitas jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp 16,88 triliun.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan nilai transaksi. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp 16,31 triliun pada Oktober 2026, naik dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu Rp 14,94 triliun padaSeptember 2026. Peningkatan RNTH ini mengindikasikan bahwa meskipun harga saham terkoreksi, likuiditas dan minat transaksi di dalam negeri tetap terjaga dengan baik.

Implikasi Positif bagi Kedalaman Pasar Modal

Kombinasi antara peningkatan jumlah investor dan naiknya nilai transaksi harian menjadi sinyal positif bagi kedalaman pasar modal Indonesia. Meskipun terdapat arus keluar dana asing (capital outflow) akibat sentimen global dan kebijakan MSCI, masuknya jutaan investor domestik baru membantu menyerap volatilitas pasar. Hal ini menunjukkan resiliensi pasar yang semakin matang dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Ke depan, keberlanjutan pertumbuhan investor ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pasar modal Indonesia sebagai pilar utama pembiayaan ekonomi nasional. Dengan basis investor yang semakin besar dan transaksi yang aktif, pasar modal Indonesia berpeluang menjadi lebih stabil dan kompetitif di kancah internasional, terlepas dari fluktuasi indeks harga saham yang bersifat sementara.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ