IHSG Melonjak 2,25% ke 5.030, Nilai Transaksi Capai Rp9,81 Triliun

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis, 5 November 2026, dengan penguatan signifikan.
- Berdasarkan data RTI , indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut parkir di level 5.030 , naik 110,49 poin atau setara dengan 2,25% dari penutupan sebelumnya.
- Momen positif ini terjadi meskipun secara historis jangka pendek hingga tahunan, indeks masih mengalami tekanan, namun aksi rebound terlihat jelas pada sesi perdagangan akhir pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis, 5 November 2026, dengan penguatan signifikan. Berdasarkan data RTI, indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut parkir di level 5.030, naik 110,49 poin atau setara dengan 2,25% dari penutupan sebelumnya. Momen positif ini terjadi meskipun secara historis jangka pendek hingga tahunan, indeks masih mengalami tekanan, namun aksi rebound terlihat jelas pada sesi perdagangan akhir pekan ini.
Pergerakan pasar dimulai dengan sentimen positif sejak sesi awal. Pada pembukaan, IHSG langsung bertahan di zona hijau dengan level 4.998. Sepanjang perdagangan, volatilitas pasar terlihat dengan tingkat tertinggi mencapai 5.072 dan terendah di 4.995. Aktivitas perdagangan cukup ramai, tercermin dari total nilai transaksi yang mencapai Rp 9,81 triliun, melibatkan 22,38 miliar lembar saham yang berpindah tangan sebanyak 1.319.405 kali.
Pergerakan Harga dan Komposisi Saham
Kuahnya dominasi emiten yang menguat terlihat dari rasio pergerakan harga saham. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 440 saham mencatatkan kenaikan harga (menguat), sementara 178 saham justru melemah dan 99 saham bertahan di harga yang sama (stagnan). Imbal hasil positif ini kontras dengan tren jangka panjang yang masih negatif. Secara mingguan, IHSG tercatat minus 1,33%, dan tren pelemahan ini berlanjut secara bulanan dengan penurunan 16,60%.
Implikasi Tren Jangka Panjang
Meskipun hari ini mencatatkan reli signifikan, data year to date menunjukkan bahwa IHSG masih terpangkas 41,83%. Performa ini juga sejalan dengan tren 6 bulanan yang masih berada di zona merah dengan penurunan 29,44%. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa kenaikan 2,25% pada hari ini merupakan manuver pemulihan sementara dalam tren koreksi dalam yang sedang berlangsung di pasar saham domestik, memicu investor untuk tetap waspada terhadap fluktuasi lanjutan di sesi-sesi mendatang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

OJK Tuntaskan Kajian Pemulihan Kerugian Investor, Sanksi Denda Rp2,23 Triliun Bukan Titik Akhir

Danantara Siapkan Investasi Besar: Targetkan Industri Alutsita dan Mobil Nasional Berbasis Teknologi Mutakhir

Menyikapi Insiden Siber Binance, OJK Tekankan Perkuat Mitigasi Risiko dan Kepatuhan POJK 27/2024 di Industri Kripto
