Indonesia Tekankan Prioritas Perlindungan Pelaut dan Kebebasan Navigasi di Sidang IMO Ke-138
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

- Melalui forum strategis ini, pemerintah menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta penguatan kerja sama multilateral guna menjamin stabilitas maritim dunia.
- Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Samsuddin , menyatakan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas bersama seluruh negara anggota.
- Turut hadir Wakil Kepala Perwakilan KBRI London, Sahadatun Donatirin, serta Atase Perhubungan KBRI London, Kanti Pinakesti Tjahjono.
Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan pelaut dan keselamatan jalur pelayaran global dalam Sidang Dewan International Maritime Organization (IMO) Ke-138 yang berlangsung di London, Inggris. Melalui forum strategis ini, pemerintah menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta penguatan kerja sama multilateral guna menjamin stabilitas maritim dunia. Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Samsuddin, menyatakan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas bersama seluruh negara anggota.
Delegasi Republik Indonesia (Delri) menghadiri sidang yang digelar pada 2-6 November 2026 di Markas Besar IMO tersebut dengan dipimpin oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Inggris, Desra Percaya. Turut hadir Wakil Kepala Perwakilan KBRI London, Sahadatun Donatirin, serta Atase Perhubungan KBRI London, Kanti Pinakesti Tjahjono. Kehadiran delegasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam pembahasan isu-isu kemaritiman global yang kompleks.
Fokus Agenda: Tata Kelola dan Perlindungan Jalur Vital
Sidang yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, membahas sejumlah agenda krusial mulai dari tata kelola organisasi, strategi perencanaan, hingga pengelolaan sumber daya manusia dan laporan keuangan. Salah satu poin paling signifikan adalah pembahasan mengenai perlindungan jalur pelayaran vital (Protection of Vital Shipping Lanes). Dalam konteks ini, Indonesia menegaskan pentingnya menjamin perlindungan pelaut sebagai warga sipil serta menghormati kebebasan bernavigasi sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
Agenda lain yang turut dibahas meliputi peninjauan kontrak Sekretaris Jenderal IMO serta pertimbangan penunjukan Auditor Eksternal untuk periode berikutnya. Indonesia mendorong penguatan kerja sama antara Negara Pantai dan IMO dalam menjaga keselamatan, serta mengedepankan prinsip deeskalasi, dialog, dan diplomasi untuk mengatasi potensi konflik di jalur pelayaran internasional.
Komitmen Diplomasi Maritim dan Ekosistem Pelayaran Berkelanjutan
Samsuddin menekankan bahwa seluruh pihak perlu menahan diri, menjamin keselamatan pelaut, serta tidak menghambat bantuan kemanusiaan dan pemulangan pelaut. Menurutnya, keberlangsungan aktivitas pelayaran internasional adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa diabaikan. Partisipasi aktif Indonesia dalam Sidang Dewan IMO Ke-138 ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola maritim global.
โMelalui forum IMO, Indonesia akan terus menyuarakan kepentingan maritim nasional sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem pelayaran dunia yang aman, adil, dan berkelanjutan,โ ujar Samsuddin. Langkah ini sejalan dengan posisi Indonesia yang sebelumnya terpilih menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C untuk periode 2026โ2027, menandakan peran aktif dan kredibilitas tinggi Indonesia dalam diplomasi maritim internasional.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

KORMI Sumut Gandeng Pemprov Gelar Nias Sport Festival 2027, Hadirkan Ombo Batu hingga Stand Up Paddle

Roy Suryo Tolak Total Kesaksian Jokowi: Keterangan Berbelit dan Minta Ulang Uji Forensik Ijazah

Bareskrim Polri Tetapkan Anggota Korps Bhayangkara Tersangka Baru dalam Kasus Penyadapan Ilegal dan Penghapusan Data Elektronik
