Dampak Masalah Teknis Krusial, Toyota Tarik Kembali 176.737 Kendaraan di China

- Toyota resmi menarik kembali total 176.737 unit kendaraan di pasar Tiongkok akibat serangkaian masalah teknis pada sistem keamanan, suspensi, dan saluran bahan bakar.
- Inisiatif penarikan kendaraan ini mencakup model SUV listrik bZ3X , sedan listrik bZ7 , serta SUV hibrida Land Cruiser Prado dan Lexus GX 550h .
- Langkah strategis ini diambil menyusul temuan potensi bahaya yang mengancam keselamatan pengemudi, mulai dari genggaman pengencang suspensi yang longgar hingga potensi kebocoran bahan bakar.
Toyota resmi menarik kembali total 176.737 unit kendaraan di pasar Tiongkok akibat serangkaian masalah teknis pada sistem keamanan, suspensi, dan saluran bahan bakar. Inisiatif penarikan kendaraan ini mencakup model SUV listrik bZ3X, sedan listrik bZ7, serta SUV hibrida Land Cruiser Prado dan Lexus GX 550h. Langkah strategis ini diambil menyusul temuan potensi bahaya yang mengancam keselamatan pengemudi, mulai dari genggaman pengencang suspensi yang longgar hingga potensi kebocoran bahan bakar.
Berdasarkan data dari Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China, kampanye penarikan ini terbagi dalam beberapa dokumen resmi yang merinci kecacatan spesifik pada tiap model. Berikut adalah rincian teknis utama yang menjadi dasar penarikan kendaraan:
- 121.260 unit SUV bZ3X dan sedan bZ7 ditarik karena masalah pengencang suspensi, perangkat lunak pengereman, dan bantuan kemudi.
- 55.477 unit Land Cruiser Prado dan Lexus GX 550h ditarik karena kerentanan sambungan saluran bahan bakar.
Ancaman Stabilitas Kendaraan dan Kegagalan Sistem Kelistrikan
Masalah utama pada 100.175 unit SUV bZ3X yang diproduksi antara Februari 2025 hingga Maret 2026 terletak pada mur pengencang sambungan batang stabilizer suspensi depan. Dokumen penarikan S2026M0124V menjelaskan bahwa gaya penjepitan aksial pada mur tersebut tidak memadai, berisiko mengendur saat kendaraan dikemudikan. Kondisi ini dapat memicu suara abnormal atau pelepasan komponen dalam situasi ekstrem, yang berpotensi merusak stabilitas kendaraan secara signifikan.
Sementara itu, masalah perangkat lunak menjadi pemicu utama penarikan 18.130 unit sedan bZ7 dan 2.955 unit lainnya. Pada model bZ7, fitur Comfort Stop (CST) berpotensi membatasi keluaran gaya pengereman saat kecepatan rendah, sehingga memperpanjang jarak pengereman dan meningkatkan risiko tabrakan. Lebih lanjut, sistem Integrated Cruise Assist (ICA) pada beberapa unit dilaporkan dapat menyebabkan roda kemudi bergerak tanpa disengaja akibat gangguan saat pembaruan over-the-air (OTA) pada kamera pengenal bagian depan.
Respom Pabrikan dan Upaya Perbaikan Sistem Bahan Bakar
Untuk mengatasi kelemahan pada 55.477 unit Land Cruiser Prado dan Lexus GX 550h, kampanye terpisah diluncurkan setelah penyelidikan mendalam oleh otoritas China. Masalah tersebut ditemukan pada sambungan saluran bahan bakar di mana gaya eksternal dapat mengangkat pengunci konektor cepat, berpotensi menyebabkan saluran terlepas dan menimbulkan kebocoran akibat benturan. Otoritas terkait mewajibkan dealer untuk memeriksa konektor, memasang pelat pelindung, serta mengganti rangkaian saluran bahan bakar pada kendaraan yang terdampak.
GAC Toyota, yang mengembangkan bZ3X bersama Guangzhou Automobile Group (GAC) sebagai bagian dari strategi adaptasi kendaraan listrik lokal, menyatakan akan menangani seluruh masalah perangkat lunak dan suspensi tersebut melalui pembaruan gratis. Kampanye ini menyusul penarikan sebelumnya pada Juli 2026 yang melibatkan sekitar 24.000 unit bZ7 lainnya karena cacat pada modul Bluetooth pintar. Total 176.737 kendaraan tersebut, termasuk unit hybrid buatan lokal dan unit impor, menjadi fokus utama perbaikan demi menjamin standar keselamatan tertinggi bagi pengguna di China.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Norton Luncurkan Motor 450 Urban Berteknologi Tinggi, Desain Kontroversial Jadi Sorotan

Klaim Jaecoo: As Roda J5 Lepas Akibat Benturan, Bukan Cacat Produksi

Jaecoo Bantah Dugaan Cacat Produksi J5 EV: Roda Lepas Akibat Benturan Trotoar
