Kamis, 5 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa Pascasarjana untuk Perkuat Ekosistem Media Nasional

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa Pascasarjana untuk Perkuat Ekosistem Media Nasional
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI secara resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana melalui program BRI Fellowship Journalism 2026.
  • Sejak diluncurkan pada 2013 dengan nama Beasiswa Jurnalis Cerdas, program ini bertransformasi menjadi BRI Fellowship Journalism pada 2022.
  • Tujuannya adalah membuka ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif nasional dan daerah, serta jurnalis dari berbagai platform redaksi.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI secara resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana melalui program BRI Fellowship Journalism 2026. Pengukuhan yang berlangsung di Bandung, Jumat (30/10), ini menandai berakhirnya rangkaian seleksi dan menjadi tonggak penting dalam komitmen BRI untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di industri media. Program ini merupakan bagian integral dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli di bidang pendidikan, yang berfokus pada penguatan ekosistem jurnalisme yang berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

Sejak diluncurkan pada 2013 dengan nama Beasiswa Jurnalis Cerdas, program ini bertransformasi menjadi BRI Fellowship Journalism pada 2022. Tujuannya adalah membuka ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif nasional dan daerah, serta jurnalis dari berbagai platform redaksi. Pada penyelenggaraan tahun ini, para penerima beasiswa mendapatkan pendampingan intensif dari 16 mentor yang terdiri dari pemimpin redaksi dan jurnalis senior untuk memastikan kualitas akademik dan praktis mereka selama menempuh studi jenjang magister (S2).

Komitmen Transformasi Karir dan Ekosistem Media

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa pencapaian para penerima beasiswa bukan sekadar tentang gelar, melainkan kesempatan untuk bertumbuh dan memperluas wawasan. "Kami ingin program ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif nasional dan daerah... Sejak awal penyelenggaraannya, BRI Fellowship Journalism memiliki komitmen untuk mendukung penguatan ekosistem media," ujar Dhanny. Hal ini sejalan dengan harapan para peserta seperti Bayu Mahesa Subagdja dari iNews, yang menilai beasiswa ini sebagai momentum krusial untuk mewujudkan cita-cita pendidikan tinggi.

Di sisi lain, Insi Nantika dari Media Indonesia turut mengapresiasi konsistensi BRI dalam menyelenggarakan program ini. "Semoga semakin banyak insan pers yang mengikuti program ini dan sukses selalu untuk BRI," ujar Insi. Data menunjukkan bahwa sejak 2013, program ini terus berevolusi, dengan dukungan 16 mentor senior pada tahun 2026 ini, sebagai bentuk investasi berkelanjutan terhadap kualitas informasi publik.

Dampak Jangka Panjang terhadap Kualitas Jurnalisme

Dhanny menambahkan bahwa tujuan akhir dari BRI Fellowship Journalism adalah melahirkan jurnalis yang tidak hanya mampu menyajikan informasi, tetapi juga menghadirkan perspektif yang mencerahkan. "Ketika kualitas jurnalisme tumbuh, kualitas informasi publik pun meningkat, pada akhirnya masyarakat serta bangsa Indonesia yang akan merasakan manfaatnya," pungkas Dhanny. Implikasi dari program ini bersifat strategis: dengan meningkatnya kompetensi pascasarjana jurnalis, tercipta standar baru dalam pelaporan yang mendalam dan bertanggung jawab.

Program ini diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, melampaui individu penerima beasiswa. Melalui penguatan kapasitas 35 jurnalis ini, BRI berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui pemberdayaan media. Konsistensi penyelenggaraan program sejak 2013 hingga 2026 membuktikan bahwa BRI memandang jurnalisme sebagai pilar penting dalam pembangunan sosial, di mana investasi terhadap pendidikan jurnalis adalah investasi terhadap literasi dan pemahaman publik yang lebih baik.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ