WIKA Catat Lonjakan Kontrak Baru 57,9% Jadi Rp9,78 Triliun, Fokus pada Proyek Infrastruktur Strategis
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan kinerja impresif dengan perolehan kontrak baru sebesar Rp9,78 triliun hingga akhir September 2026.
- Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 57,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp6,20 triliun.
- Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan para pemberi kerja terhadap kapasitas WIKA tetap terjaga di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan kinerja impresif dengan perolehan kontrak baru sebesar Rp9,78 triliun hingga akhir September 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 57,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp6,20 triliun. Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan para pemberi kerja terhadap kapasitas WIKA tetap terjaga di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Secara komposisi, segmen industri penunjang konstruksi menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi terbesar sebesar 36,3%. Disusul oleh segmen infrastruktur dan gedung yang menyumbang 31,3%, sektor energi dan industrial plant sebesar 27,2%, serta segmen properti dan investasi dengan porsi 5,2%. Dari sisi sumber dana, mayoritas kontrak berasal dari BUMN dengan porsi 49,5%, diikuti oleh Pemerintah sebesar 29,1%, dan sektor swasta sebesar 19,5%.
Strategi Selektif dan Proyek Infrastruktur Strategis
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menjelaskan bahwa kenaikan kontrak ini didorong oleh strategi selektif dalam mengikuti tender. WIKA mengutamakan proyek-proyek yang memiliki sumber pendanaan jelas dan skema pembayaran yang sehat, sejalan dengan upaya penyehatan keuangan perseroan. "Kenaikan perolehan kontrak baru ini menunjukkan bahwa kepercayaan pemberi kerja kepada WIKA tetap terjaga," ujar Ngatemin dalam keterangan resminya.
Sebagai mitra pemerintah, WIKA aktif mengerjakan berbagai proyek infrastruktur vital, antara lain:
- Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B di Kalimantan Timur.
- Penanganan darurat Jalan Nasional Sibolga-Padang Sidempuan.
- Rehabilitasi Sungai Tukka di Sumatera Utara.
- Pekerjaan irigasi dan perpipaan CISP Nipah Kuning B dan Martapura B di Kalimantan Barat.
- Penanganan genangan Drainase Primer Sungai Kera Hilir.
Dalam sektor bangunan gedung, WIKA juga dipercaya mengerjakan Sekolah Garuda di Kalimantan Utara, RSUD Weda di Maluku Utara, serta rehabilitasi fasilitas madrasah dan kesehatan di Aceh.
Revitalisasi Industri Baja Nasional
Di luar proyek pemerintah, WIKA meraih kontrak strategis pada September 2026 untuk revitalisasi fasilitas hot-side pabrik baja profil (beam plant) BP1 milik PT Garuda Yamato Steel (GYS) di Cikarang, Jawa Barat. Lingkup pekerjaan mencakup fondasi dan struktur, termasuk area tungku pemanas ulang (reheating furnace), dengan target penyelesaian pada April 2027.
Revitalisasi ini diproyeksikan meningkatkan kapasitas produksi beam plant BP1 dari 400.000 ton menjadi 540.000 ton per tahun. Peningkatan kapasitas ini diharapkan memperkuat ketahanan industri baja nasional dalam memenuhi kebutuhan sektor konstruksi, infrastruktur, energi, dan manufaktur, sekaligus memastikan proses produksi yang lebih andal, efisien, dan berkualitas.
BERITA TERKAIT (Ekonomi)

China Perkuat Cadangan Emas Global Naik 103,26 Ton di 9 Bulan Pertama 2026

Ekonom CORE: Stabilitas Keuangan KSSK Harus Diterjemahkan Menjadi Perbaikan Ekonomi Riil

BSI Gasakkan Payroll Syariah di Ekosistem BUMN untuk Perkuat Dana Murah
