⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5 di 207 km ESE of Sarangani, Philippines pada 4/11/2026, 14.40.12. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Trump Ancam Gencar Veto Jika Demokrat Kuasai Kongres: Siap Terima Julukan 'Bapak Veto'

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News & CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Trump Ancam Gencar Veto Jika Demokrat Kuasai Kongres: Siap Terima Julukan 'Bapak Veto'
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • "Secara historis, Anda memveto selama beberapa bulan dan kemudian mereka datang dan berkata, 'Kita harus membuat kesepakatan'," ujar politikus Partai Republik ini.
  • Keyakinan ini diperkuat oleh keputusan Mahkamah Agung baru-baru ini dalam kasus hukum yang melibatkan mantan anggota Komisi Perdagangan Federal, Rebecca Slaughter .
  • Proyeksi Politik dan Implikasi Kebijakan Meskipun para pakar dan survei jajak pendapat NBC News menunjukkan tren kemenangan Demokrat yang signifikan, Trump tetap optimis.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengancam akan menggunakan hak vetonya secara masif untuk memblokir berbagai inisiatif undang-undang dari Partai Demokrat, apabila partai oposisi tersebut berhasil meraih mayoritas kursi di Kongres AS melalui pemilu sela tahun ini. Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Trump menegaskan bahwa ia memiliki "kekuasaan tertinggi" sebagai presiden dan tidak keberatan menerima julukan "Bapak Veto" jika harus melawan rancangan legislatif Demokrat. Pernyataan ini disampaikan sehari sebelum pemungutan suara pada 3 November 2026, yang menjadi panggung krusial untuk menentukan apakah Partai Republik dapat mempertahankan kendali mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Senat.

Strategi Bipartisan dan Dominasi Eksekutif

Trump meyakini bahwa penggunaan hak veto secara konsisten akan memaksa Partai Demokrat untuk datang ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan bipartisan jika dirasa menguntungkan. "Secara historis, Anda memveto selama beberapa bulan dan kemudian mereka datang dan berkata, 'Kita harus membuat kesepakatan'," ujar politikus Partai Republik ini. Keyakinan ini diperkuat oleh keputusan Mahkamah Agung baru-baru ini dalam kasus hukum yang melibatkan mantan anggota Komisi Perdagangan Federal, Rebecca Slaughter. Trump menyebutkan bahwa kemenangan hukum tersebut memberikan presiden kekuasaan luar biasa untuk mengendalikan lembaga, dewan, dan komisi federal tanpa bergantung pada mayoritas di parlemen, sehingga agendanya bisa tetap maju melalui tindakan eksekutif.

Proyeksi Politik dan Implikasi Kebijakan

Meskipun para pakar dan survei jajak pendapat NBC News menunjukkan tren kemenangan Demokrat yang signifikan, Trump tetap optimis. Data survei terbaru mengindikasikan bahwa Demokrat berpotensi menguasai Kongres hingga 52 persen suara, sementara Republik berada di 45 persen. Menariknya, 50 persen responden menyerukan perubahan "besar-besaran" dalam pemerintahan. Sumber dekat dengan istana kepresidenan menegaskan bahwa terlepas dari hasil pemilu, Trump "tetap punya kekuasaan untuk melakukan hampir semua yang dia inginkan" melalui kewenangannya di bidang perdagangan, perbatasan, pengelolaan pemerintahan federal, serta penanganan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat.

Meow! Tanya Nesi!
😸