DHS AS Ancam Deportasi Warga Asing yang Ikut Pemilu Sela Kongres
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) mengeluarkan peringatan keras terkait integritas pemilu sela Kongres AS.
- Lembaga tersebut mengancam akan menangkap dan mendeportasi warga asing yang terbukti memberikan suara dalam pemilihan umum.
- Pernyataan tegas ini disampaikan sebagai upaya menjaga kedaulatan proses demokrasi di tengah persaingan politik yang ketat antara Partai Republik dan Partai Demokrat.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) mengeluarkan peringatan keras terkait integritas pemilu sela Kongres AS. Lembaga tersebut mengancam akan menangkap dan mendeportasi warga asing yang terbukti memberikan suara dalam pemilihan umum. Pernyataan tegas ini disampaikan sebagai upaya menjaga kedaulatan proses demokrasi di tengah persaingan politik yang ketat antara Partai Republik dan Partai Demokrat.
Juru bicara DHS menegaskan kepada RIA Novosti bahwa pesan untuk warga asing yang berpartisipasi secara ilegal sangat jelas. "Kami akan menemukan dan menangkap Anda, dan Anda akan menghadapi konsekuensi, termasuk tuntutan pidana dan deportasi," ujar juru bicara tersebut. Ancaman ini merupakan bagian dari strategi penegakan hukum yang dikoordinasikan bersama Departemen Kehakiman AS untuk mengidentifikasi pelanggar.
Koordinasi Penegakan Hukum dan Batasan Operasional
Langkah tegas ini diambil dengan melibatkan kerja sama lintas kementerian. DHS menyatakan akan bekerja sama dengan Departemen Kehakiman untuk menelusuri dan meminta pertanggungjawaban warga asing yang secara ilegal berpartisipasi dalam pemilu. Namun, terdapat batasan operasional yang jelas dalam pelaksanaan tugas ini. Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) secara eksplisit menyatakan tidak berencana melakukan operasi penangkapan di tempat pemungutan suara.
Kebijakan ini bertujuan untuk membedakan antara penegakan hukum imigrasi dan keamanan publik di lokasi pemungutan suara. Menurut pernyataan resmi DHS, tindakan penangkapan di lokasi tersebut hanya dimungkinkan jika terdapat ancaman langsung terhadap keselamatan publik. Pendekatan ini menunjukkan upaya pemerintah federal untuk menjaga ketertiban tanpa menciptakan suasana intimidasi di tempat pemungutan suara.
Konteks Politik Pemilu Sela dan Perebutan Kursi Legislatif
Peringatan keras ini muncul di tengah pelaksanaan pemilu sela yang menentukan arah politik Amerika Serikat hingga akhir masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Pada hari Selasa, warga AS memberikan suara untuk memilih anggota Kongres baru. Partai Republik berupaya keras mempertahankan mayoritas di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sementara Partai Demokrat berharap dapat merebut kendali di kedua kamar legislatif tersebut.
Dimensinya, persaingan kali ini sangat krusial mengingat jumlah kursi yang diperebutkan cukup signifikan. Sebanyak 435 kursi DPR dan 35 kursi Senat menjadi objek perebutan utama dalam pemilu sela tersebut. Ketegangan politik ini menambah urgensi bagi otoritas keamanan untuk memastikan bahwa hanya warga negara AS sah yang memiliki hak pilih, sehingga hasil pemilu tetap memiliki legitimasi hukum yang kuat di mata publik dan lembaga legislatif.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Puente Mundur dari Kursi Menteri Transportasi Spanyol usai Kecelakaan Kereta Toledo Klaimkan 69 Nyawa

Korea Utara Tolak Tuduhan FBI Soal Peretasan Binance, Kim Yo Jong Sebut Klaim AS Retorika Absurd

Gelombang Besar Pemilih AS Hadiri TPS Pemilu Sela, Dinamika Politik Global Dipertaruhkan
