Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Antisipasi Agresi Israel, Suriah Pindahkan Kementerian Kunci ke Aleppo dan Hama

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Kompas Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Antisipasi Agresi Israel, Suriah Pindahkan Kementerian Kunci ke Aleppo dan Hama
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Suriah tengah mempersiapkan langkah strategis besar dengan merelokasi sejumlah kementerian dari ibu kota Damaskus ke kota-kota di wilayah utara, termasuk Aleppo dan Hama .
  • Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap kekhawatiran serius mengenai potensi agresi militer Israel dalam skala penuh yang mengancam stabilitas keamanan negara tersebut.
  • Rencana ini muncul di tengah intensifnya serangan Israel di sepanjang jalur strategis Damaskus-Homs-Quneitra-Daraa, yang meningkatkan tensi militer di kawasan tersebut.

Suriah tengah mempersiapkan langkah strategis besar dengan merelokasi sejumlah kementerian dari ibu kota Damaskus ke kota-kota di wilayah utara, termasuk Aleppo dan Hama. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap kekhawatiran serius mengenai potensi agresi militer Israel dalam skala penuh yang mengancam stabilitas keamanan negara tersebut.

Menurut laporan surat kabar pro-pemerintah Turki, Turkiye, beberapa sumber keamanan Suriah mengungkapkan bahwa Israel sedang merencanakan operasi darat berskala penuh dengan dukungan penuh dari angkatan udaranya. Rencana ini muncul di tengah intensifnya serangan Israel di sepanjang jalur strategis Damaskus-Homs-Quneitra-Daraa, yang meningkatkan tensi militer di kawasan tersebut.

Relokasi Institusi Strategis dan Pengakuan Keniscayaan Militer

Seorang pejabat pemerintah Suriah mengonfirmasi bahwa persiapan pemindahan sedikitnya tiga kementerian dari Damaskus ke Aleppo sedang dilakukan, sementara Kementerian Pertahanan akan dipindahkan ke Hama. Selain kementerian, pemerintah juga mempertimbangkan relokasi lembaga-lembaga vital lainnya untuk menjaga kelangsungan fungsi negara di tengah ancaman konflik.

  • Pemindahan bank sentral dan badan-badan strategis terkait industri minyak.
  • Relokasi lembaga pertanian, pasokan air, dan ekonomi ke Idlib, Raqqa, Deir ez-Zor, dan Al Hasakah.
  • Pengakuan resmi pemerintah Suriah mengenai "keniscayaan" operasi militer Israel.

Laporan tersebut mencatat bahwa pemerintah Suriah tidak lagi berupaya mempertahankan kendali militer penuh atas wilayah selatan negara, khususnya kawasan antara Daraa dan Quneitra, sebagai bagian dari strategi pertahanan yang lebih luas.

Latar Belakang Eskalasi Konflik dan Dampak Geopolitik

Langkah ini merupakan kelanjutan dari eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak musim gugur 2023, ketika Israel memperluas operasi militernya di Jalur Gaza dan memperluas kehadirannya di Tepi Barat, termasuk melalui pembangunan permukiman baru. Selain itu, Israel juga mempertahankan kendali atas sejumlah wilayah di Lebanon selatan, menciptakan dinamika keamanan regional yang kompleks.

Sejak pergantian kekuasaan di Damaskus pada Desember 2024, situasi di Suriah semakin tegang dengan didudukinya wilayah tambahan oleh militer Israel di sekitar Dataran Tinggi Golan, termasuk zona demiliterisasi yang dibentuk berdasarkan Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974. Relokasi kementerian ini menandakan pergeseran signifikan dalam strategi pertahanan Suriah untuk memastikan kelangsungan pemerintahan di tengah ancaman invasi darat yang semakin nyata.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ